Bayi Kecil yang harus Berjuang untuk Hidup

Scroll down to content

Tidak bisa dibayangkan bayi kecil, mungil, yang bahkan belum berusia setahun harus berjuang melawan penyakit kronis. Ya, nama bayi kecil ini adalah Raymart Satya Nugroho, yang biasa disapa Raymart. Ia baru berusia sekitar 11 bulan, dan ayahnya hanya bekerja sebagai supir taksi di salah satu penyedia jasa transportasi umum di Jakarta.

Berawal dari beberapa hari setelah Raymart lahir, meskipun ia terlahir normal, tetapi perutnya tiba-tiba membesar, ia muntah-muntah, dan sulit buang air besar. Lalu ayah Raymart membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa, dan ternyata dokter mendiagnosis bahwa ginjal kiri Raymart membesar karena tidak adanya saluran antara ginjal dengan kandung kemih, sehingga urinnya tertahan di ginjal. Juga, saraf usus besar Raymart tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak sempurna, sehingga ia pun sulit untuk buang air besar.

Penderitaan Raymart di usia yang masih sangat muda ini membuat sang ayah sangat bersedih dan ingin membantu pengobatannya agar ia bisa sembuh secepatnya. Akhirnya, ia harus menjalani operasi untuk menyelamatkannya, dengan melakukan pembuatan saluran ginjal di sebelah kiri.

Setelah dioperasi, besar harapan dari ayah Raymart agar ia bisa hidup dan tumbuh dengan normal seperti bayi-bayi lainnya, namun justru gejala muntah terus-terusan, susah buang air besar, dan perutnya membesar kembali. Dengan begitu, operasi kedua harus segera dilakukan. Kali ini operasinya menyangkut pembuatan saluran buang air besar. Sedihnya, operasi ini membuat kondisi Raymart menjadi turun dan ia harus dirawat di NICU.

Penderitaan si bayi mungil ini tidak sampai di sini saja. Penderitaannya bertambah lagi karena dokter mendiagnosis Raymart mengalami kelainan pada jantung. Hingga sekarang Raymart masih sering muntah-muntah dan ia menjadi sangat kurus, berat badannya bahkan tidak sampai 4 kg. Sungguh bayi yang malang, harus mengalami penderitaan bertubi-tubi di saat usianya belum genap satu tahun.

Raymart juga seharusnya mengganti kantong urinnya setiap sebulan sekali, tetapi karena biaya penggantian hingga Rp 3 juta, jadi sudah 4 bulan kantong urinnya belum diganti-ganti, takutnya nanti infeksi. Sang ayah tidak punya uang untuk melakukan tindakan itu, bahkan kantong untuk buang air besar hanya menggunakan kantong plastik biasa.

Selain itu, Raymart butuh asupan gizi dengan mengonsumsi susu khusus, agar berat badannya bisa naik. Namun, tidak ada uang untuk memenuhi semua kebutuhannya. Sementara itu, Raymart tentu masih ingin terus bertahan hidup, meskipun harus melalui penderitaan seperti ini.

Raymart butuh bantuan dari Anda sekalian, butuh bantuan dana untuk membeli susu, membeli obat, dan kebutuhan untuk kepulihannya. Mari #BersamaRingankanLara Raymart dan ayahnya dengan memberikan donasi seikhlasnya melalui pedulisehat.id. Bergabunglah bersama #InsanPeduli lainnya yang sudah membantu Raymart dengan klik di sini.

%d blogger menyukai ini: