Tumor Empedu Membuatnya tidak dapat Mencari Nafkah lagi

Scroll down to content

Boy David Theresia, seorang ayah dari 2 putri cantik dan seorang pencari nafkah di keluarganya. Saat ini Boy menderita penyakit komplikasi selama 2 tahun terakhir ini. Kisahnya bermula saat Boy mendapati penyakit Diabetes menyerang tubuhnya yang bugar, dan di selangkangannya muncul benjolan-benjolan sebesar telur ayam kampung. Benjolan itu berjumlah sekitar 6 buah. Benjolan-benjolan ini ternyata adalah komplikasi dari penyakit Diabetes yang ia derita. Boy mengira beberapa benjolan ini hanya bisul biasa, tetapi lama-kelamaan rasanya semakin sakit jika ia melakukan aktivitas. Akhirnya Boy dibawa dan dirawat di RSUD Tangerang selama 10 hari. Dokter di sana pun memvonis bahwa Boy terkena penyakit Diabetes kering. Bahkan pada saat itu kadar gula di dalam tubuhnya sekitar 340 gr/dL. Setelah dirawat dan sembuh dari benjolan-benjolan tersebut, Boy kembali bekerja seperti biasa sebagai salesman yang menjual tisu dan kantong plastik.

Melanjutkan aktivitasnya sebagai salesman, Boy harus melalui rute Tangerang-Jakarta-Bekasi hingga ke Cikarang. Rute ini terbilang amat sangat jauh jika harus dilakukan dalam kurang lebih 1 hari, dan tentunya tidak gampang bagi Boy untuk menjalani pekerjaan ini. Namun bagaimana lagi, Boy tetap harus melalui rute ini demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Jika Boy dijadwalkan ke rute Cikarang, ia mulai berangkat dari rumahnya (Rajek-Tangerang) pada pukul 04.30 dini hari, harus berangkat subuh agar bisa tiba di sana tepat waktu. Lainnya halnya kalau Boy memiliki jadwal dengan rute ke Bekasi, di mana ia harus tiba di sana tepat pada pukul 07.00, dan harus langsung mengelilingi toko-toko yang ada di pasar untuk menawarkan barang dagangannya. Lalu sekitar jam 12 siang, ia harus melanjutkan perjalanan ke Cikarang, dan jam 5 sore ia kembali Tangerang. Perjalanan Boy dari Cikarang ke Tangerang bisa memakan waktu lebih dari 5 jam, sehingga ia baru bisa tiba di rumahnya pada jam 11 malam.

Perjuangan Boy dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya tidak hanya sampai di sini saja, bahkan seringkali ia tidak makan siang demi mengirit pengeluarannya. Jadi ia hanya sarapan pagi dan makan malam di rumah saja. Akibatnya, ia terkena penyakit gangguan di lambung, ditambah aktivitasnya yang mengharuskan Boy pergi subuh dan pulang malam, paru-parunya pun terkena flek.

Dikarenakan flek di paru-paru ini, Boy lalu check-up ke dokter spesialis penyakit dalam, yaitu dr. Teddy Tjahyanto di daerah Kelapa Gading, dan melakukan tindakan CT-Scan. Hasil dari CT-Scan ini memperlihatkan bahwa pada empedu di dalam tubuh Boy terdapat benjolan atau yang lebih kenal dengan Tumor. Kemalangan yang harus diderita oleh Boy tidak berakhir, karena ternyata ada Tumor yang bersarang di dalam tubuhnya. Namun karena ia berpikir supaya masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, Boy tetap memaksakan dirinya untuk melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu bekerja sebagai salesman meskipun dalam kondisi sedang sakit.

Sampai pada sekitar 5 bulan yang lalu, Boy akhirnya benar-benar menyerah dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Untuk bangun dari tempat tidur saja ia sudah taksanggup sama sekali, apalagi jika melakukan pekerjaan yang mengharuskannya melalui rute Tangerang-Jakarta-Bekasi, ia sudah menyerah. Tubuhnya yang tadinya sangat bugar dan berisi, sekarang sudah kurus kering.

Selain itu, Boy juga merasa sangat sedih karena ia adalah kepala rumah tangga dan hanyalah ia seorang yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan sekarang ia sudah tidak berdaya. Ia sudah tidak mampu lagi menghasilkan pundi-pundi untuk membiayai kehidupan dan biaya sekolah kedua putrinya. Meskipun biaya perawatan dan pengobatan Boy di rumah sakit masih ada yang di-cover oleh BPJS, tetapi ada beberapa jenis obat-obatan yang harus ia konsumsi tidak di-cover. Jadi ia tetap harus membelinya sendiri, sedangkan tabungan Boy sudah habis.

Oleh karena itu, melalui platform pedulisehat.id ini, Boy berharap bisa mendapatkan dana bantuan untuk kesembuhannya, untuk melalui masa-masa sulit yang dialaminya dan keluarganya. Donasi yang diharapkan olehnya seikhlasnya saja, karena sekecil apapun kebaikan yang diberikan oleh Anda sekalian pasti akan sangat berarti bagi Boy dan keluarganya. Anda pun bisa menolongnya dengan membagikan kisah Boy ini melalui media sosial. Bergabunglah bersama para #InsanPeduli lainnya dengan mendonasikan sebagian kecil dari kepunyaan Anda dengan klik di sini.

%d blogger menyukai ini: