Salah satu indera tubuh yang sangat penting adalah mata. Tanpa adanya mata yang sehat, manusia tentunya tidak bisa melihat dunia di sekitarnya dengan baik. Sayangnya beberapa orang harus mengalami gangguan mata yang cukup serius. Yang mana jika tidak ditangani secara serius, bisa menyebabkan penglihatan berkurang, bahkan berujung pada kebutaan. Salah satu penyakit mata yang perlu diwaspadai adalah katarak. Pastinya Anda pernah mendengar penyakit yang satu ini.

Katarak merupakan kondisi di mana pada lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya dari luar tidak bisa menembusnya. Kekeruhan yang terjadi antara penderita katarak yang satu dengan lainnya bisa bervariasi. Ada yang tidak terlalu buram, tetapi ada juga yang sampai buram total. Katarak sendiri dulunya sangat identik dengan penyakit yang menyerang lansia. Namun tahukah Anda, saat ini katarak juga bisa menyerang pada mereka yang berusia muda sehingga penyakit ini tidak bisa dianggap remeh.

Katarak bisa terjadi karena berbagai faktor. Bisa karena faktor genetik atau keturunan, faktor paparan dari sinar ultraviolet, cedera mata, mengonsumsi obat kortikosteroid, phenothiazine, ataupun chlorpromazine dalam kurun waktu yang lama, mengidap Diabetes mellitus, hipertensi, efek samping radiasi saat perawatan medis, kurangnya asupan makanan yang bergizi, dan sebagainya . Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga turut menjadi salah satu penyebab penyakit mata yang satu ini. Beberapa di antaranya, seperti merokok dan minum minuman beralkohol.

Mengingat katarak bisa berujung pada kebutaan jika tidak segera ditangani, maka ada baiknya Anda mengetahui gejala penyakit ini sejak dini. Beberapa gejala yang sering diperlihatkan, seperti:

1. Penglihatan samar

Gejala awal pada penyakit katarak ditandai dengan penglihatan yang mulai samar. Jika Anda mengalami hal yang serupa, sebaiknya patut waspada. Hal ini karena gumpalan protein pada mata yang mengganggu saat proses penangkapan bayangan oleh retina.

2. Mata sangat sensitif terhadap cahaya

Gejala lain yang akan terasa adalah mata menjadi lebih sensitive, jika terkena paparan cahaya yang terang. Penderita katarak biasanya akan mengeluh sakit pada sekitaran matanya.

3. Cahaya yang redup membuat mata tidak nyaman

Selain tidak nyaman dengan cahaya yang terlalu terang, penderita katarak biasanya juga tidak nyaman saat berada di ruangan dengan minim cahaya, seperti di malam hari. Bagi penderita katarak, cahaya yang nyaman untuk penglihatannya hanyalah yang pas, tidak begitu terang tetapi juga tidak begitu gelap.

4. Warna lensa mata berubah

Jika lensa mata mengalami perubahan warna menjadi kekuningan atau kecokelatan, maka Anda perlu waspada. Karena salah satu gejala katarak adalah perubahan pada warna lensa mata. Perubahan ini memiliki dampak menurunnya kemampuan untuk membedakan warna-warna di sekitar.

5. Cepat berganti kacamata ataupun lensa kontak

Daya penglihatan yang semakin berkurang tak jarang membuat kita harus upgrade kacamata atau lensa kontak yang digunakan. Hal ini memang perlu dilakukan agar penglihatan kita bisa lebih terbantu. Namun, jika Anda cukup sering mengganti kacamata atau lensa kontak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Karena bisa saja Anda mengalami gejala katarak.

6. Penglihatan ganda

Gangguan penglihatan di mana objek yang dilihat terlihat seperti menjadi dua merupakan gejala katarak. Gangguan ini sering disebut juga dengan diplopia. Gejala diplopia sebenarnya tidak hanya terjadi pada penderita katarak saja, bahkan orang yang menderita diabetes dan hipertensi juga bisa mengalami hal yang serupa. Untuk itu, segera periksakan kondisi Anda ke dokter, jika mengalami gejala diplopia agar nantinya mendapatkan penanganan yang tepat.

%d blogger menyukai ini: