Hati-hati! Gaya Hidup “Sehat” tidak Tepat yang Mungkin Selama ini Sudah Dilakukan!

Scroll down to content

Siapa bilang gaya hidup sehat penting hanya jika Anda sudah mengidap penyakit tertentu, terutama penyakit kronis? Justru Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat sejak dini untuk mencegah risiko serangan penyakit! Dan, seperti yang sudah Anda ketahui, beberapa langkah dan rutinitas yang perlu dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dijalankan, dan salah satunya adalah pola makan yang sehat dan seimbang.

Ada berbagai tips dan panduan soal diet sehat sebagai gaya hidup ideal yang bisa Anda temukan di luar sana. Masing-masing memiliki satu tujuan, terlepas dari perbedaan metode atau pendekatannya, yaitu mempromosikan pola makan yang lebih sehat. Akan tetapi, apakah Anda sadar kalau ada beberapa kesalahan dalam cara makan “sehat” tersebut yang sebenarnya punya akibat buruk bagi tubuh Anda?

Penasaran? Berikut ini ulasannya!

Kesalahan dalam Pola Makan Sehat yang Wajib Anda Hindari

  1. Tidak Sarapan

Ada banyak alasan mengapa sarapan sebenarnya adalah makanan yang paling penting sepanjang hari. Namun sayangnya, alasan terpenting justru yang paling sering diabaikan: Apa yang Anda konsumsi di pagi hari akan menentukan apa jenis makanan yang membuat Anda mengidam di siang atau sore hari. Jadi, jika Anda tiba-tiba ingin makanan tertentu di siang atau sore hari, ada kemungkinan tinggi bahwa tubuh Anda kehilangan nutrisi pagi harinya.

  1. Makan terlalu Banyak

Anda mungkin sudah tahu bahwa konsumsi terlalu banyak kalori adalah salah satu alasan utama berat badan yang melonjak. Rupanya, salah satu penyebabnya adalah karena kebanyakan orang tidak tahu seberapa banyak kalori yang seharusnya mereka konsumsi. Jadi, orang-orang hanya makan sampai mereka kenyang (atau malah kekenyangan). Rata-rata, pria usia 21-40 tahun membutuhkan maksimal 2.400 kalori per hari, dan wanita berusia sama perlu mengonsumsi maksimal 2.000 kalori per hari. Jadi, sangat dianjurkan bagi Anda untuk tahu berapa jumlah kalori yang terkandung di dalam makanan Anda untuk mengetahui batasannya. Untungnya, sekarang ada banyak aplikasi yang bisa membantu Anda menghitung kalori.

  1. Makan terlalu Sedikit

Kalau ada sebagian orang yang mengonsumsi kalori dalam jumlah yang terlalu banyak, ada juga yang asupan kalorinya terlalu sedikit karena diet ketat yang mereka jalankan. Alasannya bervariasi, seperti ingin membakar lemak lebih cepat dan sebagainya. Namun, tahukah Anda kalau tubuh Anda justru akan menyimpan energi sebanyak mungkin, jika Anda makan terlalu sedikit? Dampaknya, sistem metabolisme pun terganggu, sehingga lemak tubuh Anda justru tidak berkurang sama sekali (atau malah bertambah!).

  1. Bergantung pada Vitamin dan Suplemen

Anda mungkin tahu kalau suplemen bukanlah pengganti makanan yang sesungguhnya, tetapi apakah Anda sering berpikir kalau Anda “aman” selama Anda mengonsumsi tablet vitamin, walaupun pola makan Anda sepanjang hari tidak terlalu baik? Pada dasarnya, Anda tidak bisa mengharapkan bahwa jumlah asupan vitamin Anda dalam sehari dapat sepenuhnya dipenuhi dengan mengonsumsi vitamin tablet atau pil. Sebab, jumlah vitamin dalam makanan sungguhan tidak bisa disamakan dengan jumlah yang terkandung di dalam tablet atau pil tersebut, takpeduli apa kata iklan atau tulisan pada labelnya. Selain itu, berbagai nutrisi dari makanan juga muncul dan dapat diasup oleh tubuh berdasarkan proses pengolahannya. Misalnya, memasak tomat akan membantu melepaskan lycopene, yaitu jenis antioksidan yang dapat melawan kanker dan masalah jantung.

  1. Konsumsi Makanan yang Sama Terus-menerus

Konsumsi jenis makanan yang bervariasi sangat penting dalam pola makan sehat. Karena itulah bisa dibilang makanan yang sehat adalah makanan yang berwarna-warni, yaitu kombinasi antara berbagai sumber makanan bergizi yang sehat, dan bukannya hanya terdiri atas satu atau dua jenis makanan saja. Apalagi jika variasi yang sangat terbatas tersebut dikonsumsi terus-terusan. Jika Anda terus mengonsumsi makanan yang sama, termasuk makanan sehat sekalipun, ada beberapa masalah yang dapat terjadi. Misalnya, gangguan pencernaan atau kekurangan nutrisi tertentu

%d blogger menyukai ini: