Ingin Makanan Anda Tahan Lama & Tetap Segar? Ikuti Tips Berikut!

Scroll down to content

Menyimpan makanan di dalam kulkas menjadi salah satu solusi untuk menjaga makanan tetap segar dan tahan lama. Bahkan obat, minuman, dan kosmetik pun bisa disimpan di lemari pendingin ini. Apabila Anda menyimpan makanan dengan cara dan pada suhu yang tepat, makanan tersebut tidak akan cepat basi. Berikut ini cara menyimpan makanan di kulkas agar tahan lebih lama dan tetap segar.

Perhatikan Suhu Kulkas

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan ketika ingin menyimpan makanan di dalam kulkas, yakni pengaturan suhu kulkas. Makanan bisa tetap segar dan tahan lama apabila suhu kulkas dipertahankan sekitar 0-5 derajat Celcius. Pada suhu tersebut, kerusakan makanan akan melambat dan bakteri berbahaya pun takbisa berkembang. Jika ingin membekukan makanan, maka aturlah suhu kulkas menjadi -19 derajat Celcius.

Makanan Baru VS Makanan Lama

Penyimpanan makanan di dalam kulkas hampir serupa dengan penempatan makanan atau buah-buahan di mal. Ketika Anda ingin menempatkan makanan yang baru, sebaiknya letakkan di bagian belakang. Sedangkan makanan yang lama ditaruh di bagian depan. Hal ini untuk memastikan makanan yang pertama kali habis adalah makanan yang pertama kali dibeli atau mendekati tanggal kedaluwarsa. Cara ini juga efektif untuk menghemat bujet karena menghindari membeli makanan yang sama, meski yang lama belum habis.

Pastikan Kulkas tidak terlalu Penuh

Mengisi kulkas sampai penuh awalnya tampak seperti ide bagus, tetapi hal ini ternyata bisa memengaruhi kemampuan kulkas dalam mendinginkan makanan. Kulkas yang terlalu penuh sampai pintunya takbisa ditutup memiliki aliran udara yang terhambat dan proses pendinginannya pun kurang optimal. Tidak jarang hal ini mengakibatkan temperatur kulkas naik, meski pengaturan thermostat sudah diatur sangat tinggi. Apabila kulkas terlanjur penuh, segera turunkan suhu agar kondisi di dalam kulkas tetap dingin. Anda bisa memonitor kondisi suhu kulkas apabila memakai kulkas yang memiliki thermometer built in. Hal ini untuk memudahkan Anda mengembalikan ke pengaturan awal apabila terjadi ketidaknormalan suhu di dalam kulkas.

Menyimpan Makanan sesuai Jenisnya

Penyimpanan makanan di dalam kulkas sebaiknya disesuaikan dengan jenisnya. Umumnya rak paling atas dipakai untuk menaruh makanan yang sudah dimasak dan rak paling bawah untuk menaruh makanan mentah. Sebagai contoh, bagian rak paling atas lebih cocok dipakai untuk menyimpan makanan siap konsumsi, seperti yoghurt, krim, dan produk olahan susu. Sedangkan rak di bawahnya lebih cocok dipakai untuk menyimpan roti, sisa makan siang, mentega, daging yang sudah dimasak, dan makanan kemasan lainnya. Di bawahnya, bisa dipakai untuk menyimpan daging sapi, ikan, dan daging unggas yang sudah dimasukkan ke dalam kontainer. Rak paling bawah dipakai untuk menyimpan buah, sayuran, dan salad yang sudah dimasukkan ke dalam kontainer kedap udara atau plastik tertutup terlebih dahulu.

Menyimpan dalam Keadaan Kering

Kesalahan yang paling sering dilakukan ketika menyimpan sayuran dan buah di kulkas, yaitu mencucinya terlebih dahulu sehingga disimpan dalam kondisi masih basah. Apabila Anda menginginkan sayur dan buah yang segar tahan lama, simpanlah dalam keadaan kering. Hindari mencuci sayuran sebelum ditaruh di dalam kulkas. Buah dan sayur yang disimpan saat masih basah cenderung cepat membusuk dan tidak tahan lama.

Hindari Menyimpan Makanan Kaleng yang sudah Terbuka

Cara menyimpan makanan di kulkas agar tahan lebih lama lainnya, yaitu hindari menyimpan makanan kaleng yang sudah terbuka di dalam kulkas. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi bahan kimia terutama dari makanan asam seperti tomat dan buah kalengan. Apabila ingin menyimpan makanan kalengan ke dalam kulkas, pindahkan terlebih dahulu makanan tersebut ke dalam kontainer makanan kedap udara.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, makanan di dalam kulkas pun akan lebih tahan lama kesegarannya. Isi kulkas juga jadi lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Selamat mencoba!

%d blogger menyukai ini: