Fakta Lengkap tentang Penyakit Hepatitis di Indonesia

Scroll down to content

Siapa yang tidak mengenal jenis penyakit hepatitis? Penyakit ini merupakan satu dari sekian banyak jenis penyakit yang sangat mengancam kesehatan masyarakat dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Dari dunia kesehatan sendiri sudah memperkirakan ada lebih dari 2 milyar orang di seluruh dunia yang sudah terinfeksi hepatitis B (HBV) dan lebih dari 350 juta orang telah mengidap penyakit hepatitis B secara kronis. Ngerinya lagi, tingkat kematian yang diakibatkan oleh penyakit hepatitis sendiri sudah tercatat mencapai 500 sampai dengan 700 ribu setiap tahunnya.

Kesadaran akan masalah penyakit hepatitis di Indonesia sendiri sampai dengan saat ini ternyata masih kurang. Nah, pada artikel ini akan membahas lebih dekat lagi seperti apa penyakit tersebut dan seberapa bahayanya. Sebelumnya memang penyakit hepatitis terdiri dari beberapa jenis, masing-masing mempunyai karakter penyakit yang berbeda. Di Indonesia sendiri sudah mempunyai beberapa fakta akan penyakit tersebut seperti:

1. Peringkat 2 se-ASEAN

Data yang mengatakan Indonesia merupakan negara peringkat kedua dari jumlah penderita hepatitis. Sejak tahun 2014 yang lalu sampai dengan 2016, ternyata masalah tersebut terus mengalami peningkatan yang tidak baik. Artinya, bisa dikatakan lebih dari 14 juta orang sudah terinfeksi penyakit hepatitis B dan C, serta berpotensi sangat kronis. Bahkan beberapa diantaranya sudah kronis dan mengembang menjadi kanker hati yang mematikan.

2. NTT menjadi paling Parah

Jika beberapa tahun lalu memang NTT merupakan salah satu dari 5 provinsi yang ada di Indonesia terjangkit masalah hepatitis yang sangat membahayakan. Jika menoleh lebih ke belakang lagi, pada tahun 2007 setiap tahunnya penderita mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

3. Imunisasi Pemerintah

Melihat beberapa kasus yang sudah terjadi sebelumnya, mulai dari tahun 2016 sampai dengan saat ini, pemerintah selalu mengupayakan untuk memberikan imunisasi secara gratis kepada masyarakat. Hal ini tentu saja dengan harapan agar dapat menurunkan tingkat penderita penyakit ini di setiap tahunnya.

4. Rata-rata Menyerang Usia Produktif

Jika melihat dari data belakang beberapa tahun yang lalu, memang Indonesia lebih banyak yang menyerang hepatitis adalah usia produktif. Paling besar berada pada usia 45-54 tahun, lalu 25-34 tahun yang mengalami pelonjakan secara signifikan, sehingga membuat pemerintah merasa khawatir akan kesehatan masyarakat.

5. Ibu Hamil Banyak Terserang di Jakarta

Jika melihat 3 wilayah yang ada di DKI Jakarta, baik dari Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat semuanya mengalami masalah akan penyakit tersebut. Namun, ternyata justru para ibu hamil yang mengalaminya, dari total penduduk sendiri ada 3% penderita.

Pada dasarnya sudah ada banyak sekali kasus-kasus masalah hepatitis di Indonesia, tetapi masing-masing tahun terus mengalami perubahan. Semenjak pemerintah mencanangkan kewajiban untuk imunisasi, setiap tahunnya lebih dapat diatasi. Namun, Anda sebagai orang tua dan paham akan penyakit tersebut lebih baik tetap waspada, bisa dikatakan hal ini bisa menjadi penyakit yang menular ataupun yang menurun dari orang tua kepada anaknya yang sedang dikandung.

Setelah melihat beberapa fakta yang ada di atas, sudahkah Anda sadar akan pentingnya sebuah kesehatan? Hepatitis sendiri memang tergolong penyakit yang bahaya, apalagi sampai dengan saat ini dunia kedokteran belum secara resmi menemukan obat yang paling ampuh untuk mengatasinya. Namun, kejahatan dari virus tersebut bisa diatasi dengan beberapa pola hidup yang lebih sehat dan lebih tepat setiap harinya. Bagaimana, sudah benar menjaga kesehatan hati Anda dan keluarga?

%d blogger menyukai ini: