Tanda Awal Kanker Paru yang Perlu Kamu Tahu

Scroll down to content

Kanker paru-paru, bukan kanker payudara atau rahim atau ovarium, mengklaim lebih banyak nyawa perempuan setiap tahun daripada jenis kanker lainnya. Salah satu alasannya adalah bahwa ada begitu sedikit tanda-tanda awal kanker paru-paru, dan tidak ada tes screening yang terbukti untuk mendeteksi penyakit pada tahap awal. Jadi, mayoritas pasien didiagnosis ketika kankernya sudah lanjut dan telah menyebar di tempat lain di tubuh. Untungnya, sekarang telah direkomendasikan bahwa orang yang berisiko tinggi untuk kanker paru-paru (seperti perokok dan mantan perokok) untuk melakukan CT Scan dosis rendah untuk menyaring kanker, menurut American Lung Association. Kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang hal itu di sini.

Setelah kanker paru-paru telah lanjut, biasanya menyebabkan gejala yang lebih terlihat, seperti sakit punggung, sakit kepala, penurunan berat badan, dan kelelahan. Nyeri tulang juga sering terjadi, karena di situlah kanker paru cenderung menyebar lebih dulu, Andrea McKee, M.D., ketua onkologi radiasi di Rumah Sakit Lahey dan Pusat Medis Sophia Gordon Cancer Center di Burlington, Massachusetts. McKee juga bertugas di Panel Penasihat Medis Asosiasi Ahli Kanker Paru-Paru dan bekerja dengan para pakar paru, mereka membantu meningkatkan kesadaran dan mendidik wanita tentang kanker paru-paru.

Meskipun sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker paru-paru tidak mengalami gejala yang jelas pada tahap awal sebelum menyebar, beberapa orang mungkin mengalami tanda-tanda awal kanker paru-paru yang ringan. Namun, ingatlah bahwa gejala-gejala ini mungkin terkait dengan banyak kondisi dan jarang merupakan pertanda dari kanker paru-paru. Tetap saja, penting untuk mewaspadai setiap perubahan yang tidak jelas pada sistem pernapasanmu.

  1. Batuk Baru yang Kronis

Ini adalah gejala yang paling mungkin muncul sejak dini. “Kadang-kadang di pinggir (paru-paru), tumor bisa terus tumbuh hingga ukuran yang relatif besar sebelum kita mendiagnosisnya, karena itu tidak akan menyebabkan banyak gejala,” McKee menjelaskan. Akan tetapi, jika tumor mendorong pada salah satu bronkus, saluran udara utama menuju paru-paru, kemungkinan akan memicu reseptor batuk. “Ini dapat memicu batuk walaupun tumornya relatif kecil,” ia menjelaskan, jika tumor itu mendorong di tempat yang tepat.

Namun, batuk adalah gejala yang sangat tidak spesifik. Dan ketika kamu memilikinya, kanker bukanlah hal pertama yang terpikirkan (dan tidak seharusnya demikian). Pilek dan flu biasa dapat bertahan selama beberapa minggu. Serta, jika kamu memiliki paru-paru yang sensitif, batuk bisa saja masih bertahan, bahkan setelah pilek dan gejala lainnya hilang. “Kamu tidak perlu khawatir tentang kanker paru-paru dalam situasi itu, jika batuknya terkait dengan penyakit virus,” Dr. McKee meyakinkan. Tetapi jika kamu menderita batuk yang berlangsung selama 2 atau 3 minggu dan tidak berkaitan dengan infeksi virus atau bakteri, itu pertanda bahwa kamu harus pergi ke dokter.

  1. Sesak Napas

Perasaan sesak napas adalah gejala kanker paru-paru potensial lainnya, menurut American Cancer Society. Istilah teknis untuk gejala ini adalah “dispnea” dan, meskipun cenderung kelihatan hanya pada tahap penyakit lanjut, gejala ini mungkin muncul jika kamu memiliki tumor yang menghalangi jalan napasmu. Segala jenis sesak napas yang tak dapat dijelaskan harus diselidiki oleh dokter.

  1. Batuk Darah

“Beberapa pasien akan batuk darah, jika tumornya dekat dengan bronkus,” Dr. McKee menjelaskan. Jika kamu pernah batuk darah atau dahak berwarna, bahkan sedikit, segera kunjungi dokter. Jika kamu juga mengalami sakit kepala ringan, pusing, atau sesak napas, sangat penting untuk segera mencari perhatian medis.

  1. Nyeri Dada

Jika kanker paru-paru telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, hal ini dapat menyebabkan sakit di dada, punggung, atau bahu. Nyeri dada yang disebabkan oleh kanker paru-paru cenderung memburuk ketika kamu batuk, tertawa, atau bernapas dalam-dalam, kata ACS.

Karena sakit dada dapat menjadi tanda beberapa kondisi serius, penting untuk berkonsultasi dengan dokte, jika kamu memiliki ketidaknyamanan yang tidak dapat dijelaskan di daerah tersebut. Setiap nyeri dada yang persisten atau parah harus diselidiki. Dan jika kamu mengalami gejala karakteristik lain dari serangan jantung, seperti tekanan pada dada, berkeringat, mual, pusing, atau sesak napas, yang memenuhi syarat sebagai darurat medis, berarti kamu harus pergi ke dokter sesegera mungkin.

    5.   Suara Serak atau Mengi

Masalah pernapasan yang terkait dengan kanker paru-paru tidak selalu muncul sebagai sesak napas. Gejala mungkin muncul sebagai sesuatu yang lebih halus sebagai gantinya, seperti suara serak atau mengi, ACS menjelaskan. Jika kamu melihat ada perubahan terus-menerus dalam pola pernapasanmu, penting untuk memeriksakannya ke dokter.

Mampu mengenali gejala-gejala yang ringan ini dapat membantumu mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal, yang merupakan hal yang sangat penting.

“Ada perbedaan besar dalam hal kelangsungan hidup antara deteksi dini dan deteksi yang terlambat ketika kita berbicara soal kanker paru-paru,” kata Dr. McKee. Faktanya, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk mereka yang didiagnosis dengan kanker paru stadium akhir adalah di bawah 10%. “Namun, ketika kanker paru-paru terdeteksi pada tahap-tahap awal, sangat mungkin bahwa pasien akan berhasil dengan pengobatan mereka,” kata Dr. McKee.

Marlo Palacios, seorang pasien kanker paru-paru berusia 42 tahun di Pasadena, California, didiagnosis setelah ia mendatangi dokternya dengan keluhan batuk terus-menerus. “Saya terserang batuk yang awalnya saya anggap ditulari oleh pilek anak saya,” kata Palacios. Setelah beberapa minggu, batuknya tidak hilang. “Saya tidak ingin mempermasalahkannya, jadi saya tidak segera menemui dokter saya. Saya bahkan membuat janji temu setelah 3 minggu batuk, tetapi saya membatalkannya.”

Beberapa minggu kemudian, ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter. “Saya harus berdamai dengan diri saya bahwa batuk ini tidak akan hilang dan rasanya tidak seperti pilek biasa,” katanya. “Batuknya kering, dan akan datang dalam sensasi gelombang besar. Saya akan batuk tak terkendali ketika ini terjadi, ke titik di mana saya tersedak dan tidak bisa mengatur napas.” Setelah menemui beberapa dokter, ia didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium IV. “Sebagai seorang yang tidak pernah merokok, ini merupakan kejutan awal bagi saya dan semua orang dalam hidup saya,” kata Palacios.

Ashley Rivas, yang selamat dari kanker paru-paru, berusia 35 tahun dari Albuquerque, New Mexico, berbagi cerita yang sama tentang diagnosisnya. Gejala awalnya adalah mengi saat berolahraga, dan dokternya meresepkan inhaler untuk asma yang dipicu oleh aktivitas. “Obatnya sedikit membantu, tetapi tidak menghilangkan gejala,” katanya.

Beberapa tahun kemudian, Rivasmenderita batuk kering. Pada awalnya, itu hanya “Gangguan yang bertahan lama, tetapi tidak membuat saya khawatir,” jelas Rivas. Dalam setahun, batuk ini menjadi lebih agresif. “Kedengarannya hampa atau seperti drum. Itu datang dari jauh di dalam dadaku dan sangat menyakitkan. Itu lebih buruk di malam hari dan disertai dengan demam,” batuk tetap bertahan, tetapi ia tidak pernah merasa cukup sakit untuk menemui dokter.

Akhirnya,Rivasmelakukan rontgen, dan didiagnosis menderita pneumonia. Beberapa minggu kemudian, ia merasa sangat lelah dan demam. Dia tahu ada sesuatu yang tidak beres, akhirnya, sinar-X dan tes tambahan mengungkapkan tumor kanker telah tumbuh di paru-paru kanannya.

Pada akhirnya, kamu tidak akan salah bila kamu mendengarkan tubuhmu dan berhati-hati.

Menemui dokter ketika ada sesuatu yang terasa tidak benar akan membantumu menangkap tanda-tanda awal kanker paru-paru, atau masalah kesehatan lainnya. Meskipun tidak semua orang dengan kanker paru-paru mengalami gejala-gejala ini sejak dini, hal ini adalah gejala yang paling mungkin muncul sebelum penyakit menyebar dan menjadi lebih serius.

Batuk kronis, mengi, atau sesak napas juga bisa menjadi tanda-tanda refluks asam lambung, asma, atau efek samping dari pengobatan, kata Dr. McKee. Dan setiap sensasi sulit bernapas yang tidak dapat dijelaskan perlu mendapat perhatian medis. “Itu adalah hal-hal yang kamu ingin dokter periksa,” kata Dr. McKee.

Bahkan jika itu bukan skenario terburuk, kamu akan senang mendapat perawatan dan akhirnya mengusir batuk sial itu.

 

Diterjemahkan dari: http://www.self.com

Sumber Foto: BolaStylo.com

%d blogger menyukai ini: