6 Kebiasaan Sehat yang Berdampak untuk Dilakukan di Usia 20-an

Scroll down to content

Di usia 20-an, kamu dapat mengalami perjalanan yang berbatu dalam upaya optimalisasi diri, yang membuatnya sangat mudah untuk menempatkan kesehatan sebagai urusan belakang. Banyak dari kita, rasanya seperti beraktivitas dalam roda hamster, bekerja dan bersosialisasi dan melakukan hal-hal besar, ​​sementara hal-hal seperti tidur, makan, dan olahraga dikesampingkan begitu saja.

Hal yang juga tidak membantu ketika kita sering diberi tahu bahwa kita ‘sangat muda’ dan ‘tidak perlu khawatir’, bahkan ketika mungkin tidak terasa seperti itu. Usia 20-an dipenuhi dengan orang-orang yang mengatakan bahwa kamu memiliki seluruh hidupmu di depan, bahwa tidak ada apa-apa yang perlu dikhawatirkan, bersantai, dan menikmati diri sendiri. Dan walaupun semua perkataan itu bagus dan benar adanya, hal itu juga dapat berkontribusi pada sikap yang kurang bersemangat dalam merawat diri sendiri, terutama jika kamu secara umum dianggap dalam keadaan sehat.

Masalahnya, jauh lebih mudah untuk mempertahankan kesehatan yang baik daripada mengobatinya begitu ada sesuatu yang salah. Jadi meskipun frasa seperti ‘pemeriksaan kesehatan preventif’, mungkin membuat matamu berkaca-kaca. Makanya ada baiknya memikirkan hal ini di usia 20-an dan menetapkan kebiasaan yang baik sedini mungkin. Kamu juga bisa merasa senang bila lebih memerhatikan kesehatan di masa transisi kehidupan kita yang penuh tekanan. Kamu sedang menjaga diri saat Ini dan diri kamu di masa depan.

“Semakin dini kamu mulai melakukan kebiasaan sehat ini, semakin mudah untuk mempertahankannya dalam hidup kamu ketik hidup semakin rumit,” Erin Snyder, MD, seorang profesor kedokteran dan pendidik klinis di University of Alabamadi Birmingham School of Medicine. Dengan mengingat hal itu, berikut adalah 9 kebiasaan sehat yang direkomendasikan para ahli untuk mengatasi masalah kesehatan pada usia 20-an.

  1. Periksakanlah Dirimu pada Dokter Perawatan Primer Setahun Sekali

“Sebagian besar wanita berusia 20-an pada umumnya sehat dan cukup sibuk, sehingga banyak yang tidak mencari perawatan medis sampai mereka memiliki masalah,” Amber Tully, M.D., seorang dokter keluarga di Cleveland Clinic. Tentu, pilihan seperti mengunjungi pusat perawatan darurat terdekat bisa menjadi hal yang mudah. “Namun, kamu akan mendapat manfaat lebih banyak dalam jangka panjang dari membangun hubungan dengan praktisi perawatan primer (PCP)”, kata dr. Tully. Kamu mungkin paling peduli dengan menemukan penyedia yang akan ramah terhadap kaum LGBTQ atau yang memiliki pendekatan tertentu yang menurutmu bermanfaat. Langkah selanjutnya adalah membuat pemeriksaan tahunan dengan orang itu. Hal ini akan membantumu tetap mendapatkan informasi terkini tentang pemeriksaan kesehatan umum dan membangun sebuah riwayat klinis. Kemudian, ketika sesuatu terjadi, seperti tenggorokan gatal atau bengkak di vulva muncul, “Kamu sudah memiliki seseorang yang mengenal dan tahu sejarahmu, dan dengan siapa kamu merasa nyaman untuk berbicara,” kata dr. Tully.

  1. Temukan Cara Berolahraga yang Benar-benar Kamu Nikmati

Kamu sudah tahu bahwa berolahraga adalah penting bagi kesehatan dan baik pada usia berapa pun. Namun, menggabungkan olahraga ke dalam rutinitas rutin di usia 20-an dapat mengatur dasar untuk aktivitas fisik seumur hidup. “Usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan berolahraga,” kata dr. Snyder. Jika kamu menghabiskan 1 atau 2 tahun fokus pada olahraga tinju atau angkat beban atau yoga, kamu mungkin lebih memprioritaskan waktu untuk kegiatan itu bahkan ketika hal-hal di luar kesibukanmu. Atau, jika kamu belum menemukan aktivitas fisik seperti apa yang benar-benar kamu sukai, sekaranglah saatnya untuk bereksperimen. Dari mendaki ke mendayung ke, bahkan lari di karang bawah air, ada begitu banyak aktivitas di luar sana. “Setelah kamu mengetahui apa yang disukai, pikirkan seperti apa jadwal latihan yang berkelanjutan untumu,” kata dr. Snyder. Kapan waktu yang paling tepat dalam sehari? Berapa kali olahraga seminggu yang realistis? Apakah kelas senam yang trendi atau keanggotaan gymsesuai dengan anggaranmu, atau apakah kamu lebih menyukai olahraga lewat aplikasi atau tanpa peralatan, latihan di rumah?

  1. Belajarlah Memasak Beberapa Makanan yang Benar-benar Disukai

Jika kecakapan kulinermu saat ini terbatas pada microwave, ada baiknya kamu merasa lebih nyaman di dapur. “Mempelajari cara memasak adalah keterampilan yang sangat penting untuk diasah di usia 20-an,” kata dr. Snyder. Tujuannya adalah untuk membangun repertoar makanan yang kamu sukai agar menjadi lahap,” dr. Snydermenjelaskan. Ini membuatnya jauh lebih mudah untuk mengisi tubuh dan pikiranmu dengan cara apa pun yang membantu kamu merasa lebih baik, plus ini bisa menjadi cara yang hebat untuk menghemat uang. Cobalah menyisihkan beberapa malam dalam seminggu untuk membuat makan malam atau persiapan makan untuk satu orang, dan pikirkan bagaimana membuat kegiatan ini menyenangkan, bahkan jika kemampuan memasak tidak datang secara alami atau memang belum saja. Cobalah memanfaatkan promo layanan pengiriman paket makanan atau temukan kelas memasak di websiteuntuk kamu dan seorang teman. Menggabungkan bumbu yang belum pernah kamu coba, menyiapkan versi mewah dari makanan masa kecil favoritmu, atau bergabung dengan gerakan slow-cooker. Memasak tidak harus sulit, jadi jangan merasa terintimidasi. Ada banyak resep yang tidak sulit dan ramah anggaran di luar sana. Kamu bahkan tidak perlu memotong, mengotori lebih dari satu wajan, atau melakukan perjalanan khusus ke toko kelontong, jika itu bukan preferensimu.

  1. Tidur yang Cukup. Wajib!

Orang-orang dalam setiap dekade kehidupan kehilangan waktu istirahat yang berharga. “Namun orang-orang berusia 20-an mungkin cenderung mengabaikan tidur, karena merasa lebih mudah bertahan beberapa jam lagi atau pulih dari tidur semalaman,” kata dr. Tully. Sisi buruk dari kurang tidur tidak hanya terbatas pada iritasi di keesokan harinya dan otak yang berkabut. Jika kamu sudah rentan terhadap masalah kesehatan, seperti kecemasan dan depresi, kurang tidur yang kronis bisa membuat kamu semakin rentan. Jika kamu mengemudi ketika terlalu lelah, kantukmu dapat membahayakan hidup. Untuk menghindari kurang tidur, prioritaskan agar kamu memiliki waktu istirahat malam sebanyak 7 hingga 9 jam dan mempraktikkan kebersihan tidur yang baik, seperti kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang sama sebisa mungkin. Ya, ini mungkin terasa mustahil di usia 20-an. Kamu tidak harus sempurna, tetap dicoba saja.

  1. Luangkan Waktu untuk Menghilangkan Stres secara Teratur

Jelas, usia 20-an bisa penuh dengan pergolakan. Untuk mengatasinya, cari tahu bentuk-bentuk perawatan diri dan manajemen stres apa yang membantumu menghadapi apa pun yang dialami. Sesungguhnya itu bisa dalam bentuk apa saja. Olahraga dapat membantu mengurangi efek stres. Begitu juga meditasimindfulness, jurnal, waktu berkualitas dengan teman-teman dekat, balet, meringkuk dengan teh dan buku, terapi, dan melepaskan diri dari teknologi. “Kuncinya adalah itu adalah sesuatu yang kamu lakukan hanya untuk dirimu sendiri,” kata dr. Snyder. Apakah itu menjauh dari mejamu di pukul 2 siang setiap hari untuk ‘mengisi ulang’ tubuhmu atau kencan malam mingguan dengan pasanganmu, buat kegiatan pengusir stres terjadi secara konsisten agar menjadi kebiasaan. “Kamu harus menyediakan waktu untuk kegiatan ini,” kata dr. Snyder. Kamu bahkan dapat menyisihkan waktu untuk menghilangkan stres dengan menandainya pada kalendermu, jika itu akan membantu.

  1. Kenakan Tabir Surya Setiap Kali Pergi ke Luar

“Satu-satunya tindakan dermatologis terbaik yang dapat kamu lakukan di usia 20-an secara harfiah hanya memakai tabir surya,” kata dr. Tully. Paparan radiasi ultraviolet dari matahari menyebabkan kerusakan yang dapat menyebabkan kanker kulit, menurut National Cancer Institute (NCI). Jika kamu khawatir dengan tanda-tanda penuaan, seperti keriput, ketahuilah bahwa kerusakan UV dapat menyebabkan hal itu terlalu dini. “Untuk melindungi dirimu, kenakan tabir surya di wajah dan leher setiap kali kamu pergi ke luar,” kata dr. Tully. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan setidaknya SPF 30 untuk melindungi dari berbagai jenis kerusakan ultraviolet. Namun, makeup dengan SPF tidak termasuk. Kamu juga harus mengoleskan kulit lain yang terkena sinar matahari dengan tabir surya sebelum pergi ke luar. Selain itu, kenakan kacamata hitam dengan perlindungan UV spektrum luas dan topi lebar untuk perlindungan ekstra, dan umumnya batasi jumlah waktu yang dihabiskan di bawah sinar matahari, terutama pertengahan pagi hingga sore hari. Tentu saja, kadang-kadang kamu hanya ingin menikmati sinar matahari di tengah hari, yang baik-baik saja. Jalani hidupmu. Pastikan untuk tetap mengaplikasikan tabir surya saat kamu kamu ingin ke luar ruangan. Akhirnya, tolong jangan menginjakkan kaki dekat kasur berjemur. Jika kamu benar-benar ingin berjemur, pertimbangkan untuk menyemprotkan cairan penggelap kulit sebagai gantinya.

 

Diterjemahkan dari: SELF.com

Sumber Foto: Pixels.com

%d blogger menyukai ini: