Studi tentang Diabetes Tipe 2, Terapi Hipertensi Intensif dapat Menurunkan Risiko Kematian

Scroll down to content

Menurut sebuah studi baru, perawatan intensif untuk tekanan darah tinggi dapat mengurangi risiko kematian dari penyebab apa pun, termasuk penyakit kardiovaskular, pada orang dengan diabetes tipe 2.

Diabetes adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum dan mahal di Amerika Serikat. Lebih dari 100 juta orang di AS menderita diabetes atau prediabetes, menurut laporan tahun 2017 yang disusun oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi cara tubuh memproses glukosa. Diabetes tipe 2, yang merupakan bentuk paling umum dari penyakit ini, mengurangi produksi insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Ketika ini terjstudiadi, kadar gula darah meningkat, meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Menurut National Institutes of Health (NIH), tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri ketika jantung memompa darah. Hipertensi terjadi ketika ‘kekuatan melawan dinding arteri terlalu tinggi.’

Dokter mengukur tekanan darah dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Angka pertama, atau tekanan sistolik, mengacu pada tekanan di pembuluh darah ketika jantung berdetak. Angka kedua mengukur tekanan darah diastolik, yang merupakan tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.

Dokter mendefinisikan ‘prehipertensi’ sebagai 120–139 mm Hg untuk tekanan sistolik dan antara 80–89 mmHg untuk tekanan diastolik. Mereka menganggap tekanan 140/90 mmHg sebagai tinggi. Menurut CDC, sekitar 75 juta orang di AS memiliki tekanan darah tinggi, tetapi hanya sekitar setengah dari mereka yang memiliki kondisi terkendali.

Hubungan antara Diabetes dan Hipertensi

Banyak penderita diabetes yang juga memiliki tekanan darah tinggi. Studi menemukan bahwa setidaknya 1 dari 3 orang dengan diabetes juga memiliki hipertensi. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah sebuah kombinasi yang mematikan karena satu kondisi memperburuk kondisi lainnya. Diabetes dapat meningkatkan tekanan darah dengan mengurangi kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan cairan dalam tubuh, dan memengaruhi cara tubuh mengelola insulin.

Menurut American Heart Association (AHA), hampir 70% orang berusia 65 atau lebih tua menderita diabetes meninggal karena penyakit kardiovaskular, dan 16% meninggal karena stroke. Selain itu, orang dengan diabetes hingga empat kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada mereka yang tidak menderita diabetes.

 

Menentukan Target Tekanan Darah yang Terbaik

Sekarang, sebuah studi baru, yang muncul dalam jurnal AHA yang bernama Hypertension, menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang menerima perawatan intensif yang menjaga tingkat tekanan darah mereka pada atau di bawah 130/80 mmHg mengalami lebih sedikit serangan jantung, stroke, dan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kematian karena sebab apa pun.

“Temuan kami menunjukkan manfaat dari terapi yang lebih intensif yang bertujuan untuk menjaga ambang batas tekanan darah pada 130/80 [mmHg] atau di bawahnya dan harus membantu menyelesaikan beberapa kebingungan yang berkelanjutan mengenai target tekanan darah terbaik untuk penderita diabetes,” kata peneliti senior dari penelitian ini, J. Bill McEvoy, seorang profesor kardiologi preventif di Universitas Nasional Irlandia di Galway.

Pedoman tekanan darah AHA 2017 merekomendasikan pengobatan intensif untuk penderita diabetes dan hipertensi untuk membantu mengurangi tekanan darah mereka. Studi baru mengungkapkan bahwa tingkat tekanan darah 130/80 mm/Hg dapat bermanfaat bagi orang terlepas dari risiko kardiovaskular.

“Para pasien, termasuk mereka yang menderita diabetes, dengan tingkat tekanan darah di atas 130/80 pada dua pemeriksaan berturut-turut harus berdiskusi dengan dokter mereka apakah mereka perlu sebuah perubahan dalam perawatan untuk mencapai angka yang lebih rendah,” ungkap Prof. McEvoy.

 

Manfaat Terapi Hipertensi Intensif

Para peneliti menganalisis hasil studi dari sekitar 11 ribu orang dengan diabetes tipe 2. Para peneliti secara klinis mengikuti peserta penelitian selama 4 tahun di berbagai pusat dan lokasi klinis. Para ilmuwan memeriksa orang-orang dengan diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi, yang memiliki tingkat risiko kardiovaskular yang berbeda, dan yang menerima perawatan intensif. Mereka kemudian membandingkannya dengan orang-orang dengan kondisi yang sama yang menerima plasebo.

Temuan sebelumnya menunjukkan bahwa pengobatan hipertensi efektif, tetapi para peneliti tidak tahu apakah manfaat ini juga berlaku untuk penderita diabetes dan tekanan darah di bawah 140/90 mmHg.

Studi baru melihat tingkat kematian secara keseluruhan dari penyebab apa pun dan menemukan bahwa semua orang mendapat manfaat dari perawatan intensif, terlepas dari risiko kardiovaskular.

Lebih dari 800 kasus kematian dan lebih dari 950 insiden vaskular besar, termasuk serangan jantung, stroke, penyakit ginjal diabetes, dan penyakit mata karena diabetes, terjadi selama masa studi ini. Orang-orang yang menerima perawatan tekanan darah intensif mengalami 9% lebih sedikit kejadian dan 14% lebih sedikit kematian daripada orang yang menggunakan plasebo.

 

Diterjemahkan dari: MedicalNewsToday.com

Sumber Foto: Pexels.com

%d blogger menyukai ini: