Trik Santap Makanan Sehat Ketika Hari Raya Lebaran

Scroll down to content

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah sebuah momen di mana kamu bisa berkumpul bersama keluarga besar. Selain itu, momen ini juga biasa diisi dengan santap hidangan lezat bersama, terutama menyantap menu khas Lebaran, seperti lontong opor dan gulai. Belum lagi dengan camilan atau kue kering khas Lebaran yang tak kalah lezatnya, seperti nastar, putri salju, kastangel, dan lain sebagainya.

Terlepas dari kebahagiaan karena bisa berkumpul bersama keluarga sambil menikmati berbagai makan lezat, kamu pun perlu memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Hal ini berlaku tidak hanya bagi kamu yang sedang berdiet atau mengidap penyakit tertentu, tetapi berlaku juga bagi kamu yang secara umum punya kondisi prima sekalipun. Sebab, jika tidak dikendalikan, jumlah makanan yang dikonsumsi bisa jauh melampaui batas normal. Hal ini sama-sama tidak menyehatkan.

Nah, agar momen Lebaran-mu tidak diganggu oleh masalah kesehatan karena asupan makanan yang keliru, ikuti beberapa tips berikut ini agar kamu tetap bisa menyantap makanan sehat dan enak selama Hari Raya nanti!

  1. Tentukan Target yang Realistis

Apabila kamu punya kondisi penyakit tertentu, maka keseringan mengonsumsi makanan yang jadi pantangan sudah tidak bisa ditawar lagi. Akan tetapi, untuk kamu yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan, kamu bisa mengatur target untuk menjaga berat badan dulu selama Lebaran. Karena hidangan Lebaran biasanya tinggi kandungan lemak, protein, dan karbohidrat, makanya kamu bisa batasi porsinya saja dibandingkan menolak sajian yang sudah dihidangkan oleh tuan rumah ketika bersilaturahmi.

  1. Kendalikan Diri agar tidak Lapar Mata

Dikarenakan sajian yang dihidangkan selama Lebaran umumnya berlimpah dan menggiurkan, maka mudah bagimu untuk merasa lapar mata dan ingin mencicipi semuanya. Akibatnya, kamu pun makan dalam porsi yang lebih banyak daripada biasanya. Padahal, makan terlalu banyak tidak hanya bisa membuat perut begah dan tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan, terlebih mengingat jenis makanan yang umum disajikan saat Lebaran adalah makanan yang kurang baik untuk tubuh kita. Untuk mengakalinya, kamu bisa pilih habiskan waktu lebih banyak untuk mengobrol dan langsung menikmati sajian minuman terlebih dahulu untuk menghindari risiko lapar mata.  Lagipula, ingat bahwa tujuan utama kamu bersilaturahmi adalah untuk menjaga komunikasi.

  1. Stop Makan Sebelum Merasa Kenyang

Salah satu alasan mengapa kamu barangkali cenderung makan terlalu banyak pada acara tertentu, termasuk perayaan Lebaran, adalah karena kamu mengabaikan rasa kenyang. Salah satu penyebabnya adalah bahwa kamu menikmati hidangan Lebaran sambil duduk atau berdiri dan mengobrol, sehingga tubuh tidak merespon sinyal kenyang yang sebenarnya sudah dikirimkan oleh otak, lantaran fokus yang teralihkan. Selain itu, ketika obrolan berlangsung di meja atau ruang makan, kamu pun cenderung menambah porsi ketika makanan sudah habis, tetapi percakapan masih berlangsung. Tentu kamu bisa mengakalinya dengan menyendokkan makanan dalam porsi kecil saja ke dalam piringmu. Dengan begitu, kamu bisa berhenti makan sebelum merasa kenyang. Agar tidak tergoda untuk menambah porsi, sebaiknya kamu segera jauhkan piring kosong dari hadapanmu dan minum segelas air.

  1. Hindari Daging dengan Bagian Berlemak

Biasanya menu hidangan selama Lebaran identik dengan daging, baik itu daging ayam, sapi, atau kambing, sehingga rasanya mustahil untuk menghindari risiko lonjakan kolesterol atau darah tinggi. Apalagi masakan ini lebih sering diolah dengan santan dan relatif pedas. Akan tetapi, sebenarnya ada trik untuk mengakalinya sehingga kamu masih bisa menikmati olahan daging yang lezat dengan risiko masalah kesehatan yang lebih kecil. Salah satunya adalah dengan memilih hanya bagian daging yang tidak berlemak. Misalnya, untuk sajian ayam, pilih bagian dada yang bagian lemaknya jauh lebih sedikit dibandingkan bagian lainnya. Selain itu, hindari juga kulit ayam yang mengandung lemak.

%d blogger menyukai ini: