Penyakit ginjal kronik (PGK) atau biasa disebut penyakit gagal ginjal kronis adalah sebuah penurunan fungsi ginjal dengan bertahap akibat dari kerusakan ginjal. Penyakit ginjal kronik ini menjadi sebuah masalah kesehatan yang sering terjadi terutama di Indonesia. Ini disebabkan peningkatan angka kejadian penyakit ginjal kronik tiap tahunnya.

Penyakit ginjal kronik bisa pula menyebabkan kematian, oleh karena itu penanganan pasien dengan penyakit ginjal kronik harus dilakukan dengan seksama. Umumnya pasien dengan ginjal kronik ini sudah mencapai tahap cuci darah secara bertahap. Penyakit ginjal kronik ini terjadi karena kerusakan ginjal yang sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. Kerusakan pada ginjal ini dapat berupa gangguan struktur ginjal atau fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) <60 ml/menit/1.73m2 dan memberi implikasi terhadap kesehatan.

Fungsi Ginjal

Ginjal ini berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urine. Kedua ginjal ini dapat  menyaring sekitar 120-150 liter darah, serta bisa menghasilkan sekitar 1-2 liter urine. Penyakit Ginjal Kronis memiliki gambaran klinis dari penurunan fungsi ginjal yang ringan (stadium 1) sampai dengan penyakit ginjal tahap akhir (stadium 5).

Bilamana seseorang sudah memasuki tahap stadium 5 tindakan yang dilakukan adalah tindakan terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy) berupa dialisis (hemodialisis (HD) atau peritoneal dialisis) atau cangkok ginjal (transplantasi). Hemodialisis atau “cuci darah” memiliki fungsi untuk mengeluarkan zat sisa buangan tubuh yang menumpuk dalam darah karena pada mesin HD terdapat ginjal buatan yang disebut dialiser. Dialiser ini dapat mengeluarkan produk sisa metabolisme tubuh serta mengoreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada pasien gagal ginjal

Untuk itu biasakan untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dalam upaya mencegah penyakit ginjal kronik. Tidak lupa, untuk membantu meringankan beban saudara kita yang telah terkena penyakit tersebut dengan melakukan penggalangan dana di http://Pedulisehat.id

 

Sumber Foto: Flaticon

%d blogger menyukai ini: