Hati-hati, Penyakit Leukemia Bisa Mengintai Anak

Scroll down to content

Leukemia atau kanker darah adalah penyakit yang harus diwaspadai. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO), tahun lalu leukemia merenggut 11.314 jiwa di Indonesia. Almarhumah Ani Yudhoyono adalah salah satu penderita leukemia yang berjuang melawan penyakit tersebut.

Walaupun leukemia dapat terjadi pada orang dewasa, ternyata penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak. Bahkan, leukemia adalah jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Menurut dr. Meirdania Andina, SpA, M.Kes selaku dokter spesialis anak, leukemia adalah penyakit yang berasal dari sumsum tulang dan ditandai oleh proliferasi (penggandaan) sel darah putih, dengan adanya sel-sel abnormal dalam darah tepi.
Pada leukemia, terdapat gangguan dalam pengaturan sel darah putih atau leukosit, sehingga fungsinya pun menjadi tidak normal. Padahal, sel darah putih berperan penting dalam membantu tubuh untuk melawan berbagai penyakit infeksi. Terdapat dua jenis leukemia, yakni leukemia akut dan kronik. Leukemia akut menyerang dengan cepat, sehingga penderita hanya bisa bertahan selama beberapa bulan. Sementara itu leukemia kronik cenderung berkembang lebih lambat, dan sebagian penderita bahkan dapat bertahan selama beberapa tahun.
Kenapa leukimia sering terjadi pada anak-anak?
Leukemia sering terjadi pada anak-anak di puncak usia 2-5 tahun, dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 2:1. Penyebab pasti dari leukemia ini sendiri belum diketahui, tidak seperti kanker lain semisal kanker paru-paru yang penyebab utamanya adalah kebiasaan merokok. Sehingga, penyakit ini lebih sulit untuk dicegah.
Walaupun begitu, dr. Meirdania Andina menuturkan bahwa ada beberapa faktor yang dicurigai dapat menimbulkan penyakit ini, seperti keturunan, kelainan kromosom, serta kondisi ibu ketika masa perinatal (sebelum melahirkan) seperti penyakit ginjal atau konsumsi alkohol. Selain itu, kondisi lingkungan seperti infeksi virus, paparan terhadap radiasi, dan paparan terhadap zat-zat kimia juga dicurigai dapat menyebabkan leukemia.
Pengobatan leukemia
Walaupun mematikan, beberapa jenis penyakit leukemia memiliki harapan sembuh. Terlebih jika penderita masih berada dalam stadium awal. Penanganan pada leukemia meliputi kuratif dan suportif.
Penanganan kuratif bertujuan untuk menyembuhkan leukemia dengan metode kemoterapi. Sementara itu penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia dan pengobatan komplikasi seperti dengan transfusi darah, pemberian antibiotik, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik, serta pendekatan aspek psikososial. Dukungan untuk para penderita leukemia sangat berarti. Selain dukungan moral, dukungan materi terutama untuk penderita leukemia yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat menyelamatkan hidup mereka. Anda bisa menyalurkan bantuan melalui platform donasi khusus kesehatan, yakni melalui Pedulisehat.id di tautan berikut.
Pedulisehat.id adalah platform penggalangan dana untuk berdonasi nomor satu di Indonesia yang dikhususkan pada kesehatan. Platform Pedulisehat.id terdiri dari situs resmi www.pedulisehat.id dan aplikasi yang dapat diunduh di smartphone melalui Google Play Store (khusus Android). Pedulisehat.id memiliki 3 fungsi utama, yaitu:
  1. Meringankan beban finansial para pasien yang sedang berjuang melawan penyakit kritis;
  2. Menjembatani masyarakat untuk berdonasi atau menjadi donatur dalam melakukan penggalangan dana dengan cara mudah dan praktis;
  3. Mempermudah pemberian donasi kepada pasien yang membutuhkan secara cepat dan transparan.
#waktunyapedulileukimia dengan meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini dan memberikan dukungan dan bantuan pada para penderita leukemia.
Sumber Foto: Freepik
%d blogger menyukai ini: