Kenali 3 Penyakit Paling Banyak Diderita Oleh Wanita

Scroll down to content
Kenali 3 Penyakit Paling Banyak Diderita Oleh Wanita

Wanita dianggap paling sering terkena penyakit. Namun tidak selamanya benar, selama kita mampu menjaga gaya hidup sehat. Tapi perlu diperhatikan, ada beberapa penyakit yang paling bank diderita oleh wanita, Yuk simak penjelasannya:

1. Kanker Payudara
Prinsip penanganan kanker semakin dini ditemukan semakin mudah untuk diobati. Karena organ payudara berada diluar dari bagian tubuh kita, tentunya deteksi dini akan lebih mudah untuk dilakukan antara lain dengan SADARI (periksa payudara sendiri). Para wanita harus selalu ingat bahwa mereka berisiko untuk mengalami benjolan di payudaranya, wanita mempunyai resiko 100 kali mempunyai kanker payudara dibandingkan pria. Resiko lain yang juga harus diperhatikan untuk setiap wanita untuk terjadinya kanker payudara adalah riwayat Keluarga yang memiliki riwayat tumor atau kanker payudara, usia diatas 45 tahun, tidak memiliki anak, kehamilan pertama diatas 30 tahun dan riwayat mentruasi pada umur kurang dari 12 tahun atau menopause nya panjang sampai diatas 55 tahun.
Oleh karena itu bagi seluruh ibu apalagi dengan resiko tinggi harus selalu ingat agar secara rutin memeriksa sendiri apakah ada benjolan di payudaranya. Jika merasakan ada benjolan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan benjolan yang terjadi tersebut.

2. Penyakit Systemic Lupus Eritematosus (SLE)
Penyakit SLE merupakan penyakit auto imun, sistim pertahanan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri. Penyakit ini terjadi pada wanita muda usia produktif. Ditandai dengan rambut rontok, gangguan pada kulit terutama kulit wajah berupa merah-merah kulit seperti kupu-kupu dan akan bertambah merah jika terpapar sinar matahari, nyeri-nyeri pada sendi dan otot, demam yang tidak terlalu tinggi serta sariawan berulang. SLE bisa menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh antara lain kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan paru, gangguan pada organ-oragan pencernaan seperti usus, lambung dan liver, gangguan pada sistim syaraf pusat serta gangguan pada mata. Pasien yang mengalami SLE karena gangguan pada pembekuan darahnya juga bisa mengalami keguguran berulang. Mengingat komplikasi yang multiorgan deteksi dini penyakit ini juga menjadi penting agar komplikasi yang bisa melibatkan banyak organ bisa dicegah. Bagi pasien yang sudah diketahui menderita SLE maka dianjurkan untuk minum obat teratur dan agar selalu kontrol teratur agar komplikasi akibat penyakit SLE tidak terjadi.

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Pasien dengan IBS biasanya datang dengan keluhan nyeri perut yang hilang timbul, disertai dengan kembung bisa disertai dengan diare atau malah susah buang air besar. Nyeri perut ini biasanya berkurang setelah buang air besar. Tidak ada perbedaan ras terhadap angka kejadian penyakit ini.Pasien dengan IBS bisa datang dengan mencret atau susah BAB. Melalui pemeriksaan lebih lanjut tidak ditemukan kelainan organik pada pasien ini. Banyak pasien yang datang ke dokter dengan perut kembung kadang disertai nyeri perut dan diare.Terutama setelah makan makanan tertentu misal terlalu berlemak atau terlalu pedas. Pasien bisa saja tidak merasakan keluhan ini sebelumnya. Apakah penyakit IBS ini berbahaya sampai mengancam jiwa. Jawabannya tidak tapi penyakit IBS ini akan mengganggu aktifitas pasien yang mengalami masalah IBS. Keluhan kembung dan nyeri perut ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang.Karena keluhan bisa timbul setiap saat atau setiap waktu yang biasanya dicetuskan oleh makanan tertentu atau faktor stress.
Faktor stress timbul bisa karena berbagai hal seperti kurang tidur,terlalu lelah,masalah keluarga,sekolah maupun masalah pekerjaan. Pada sebagian wanita keluhan IBS tercetus saat menstruasi dan saat kehamilan. Penanganan pasien ini biasanya dengan menghindari makanan tertentu seperti makanan yang berlemak,makanan terlalu merangsang seperti makanan yang pedas,kopi,minuman yang bersoda. Obat2 yang diberikan obat anti cemas sesuai kebutuhan,obat anti keram (antispasmodik),anti diare atau pencahar tergantung keadaan BABnya. Probiotik juga bisa diberikan terutama untuk IBS dengan keluhan susah BAB.Dengan berobat yang teratur dan menghindari faktor pencetus kita dapat mengendalikan penyakit ini.

(Dikutip dari @DokterAri)

 

Summer Foto: Freepik

%d blogger menyukai ini: