Kenali Gejala Leukimia, Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita oleh Orang Dewasa

Scroll down to content

Sebelum mengenal apa itu Leukimia, kita perlu mengetahui jenis sel darah yang terdapat dalam tubuh manusia. Sel tersebut adalah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih. Ketiga sel tersebut diproduksi oleh sel induk di dalam sumsum tulang. Sel induk sumsum tulang akan berkembang dan tumbuh menjadi sel darah dewasa dan akan meninggalkan sumsum tulang dan beredar di dalam darah perifer. Adanya indikasi pertumbuhan yang tidak normal antara sel darah putih di sumsum tulang dan darah perifer, mengakibatkan meningkatnya jumlah sel darah putih dan berujung menjadi kanker darah atau dikenal sebagai Leukimia.

Leukemia sendiri diklasifikasikan menjadi :

  • Leukemia Myeloid Akut (AML), yaitu Leukimia akut dengan jenis kanker darah yang paling umum, kebanyakan terjadi pada orang dewasa.
  • Leukemia Limfoblastik Akut (ALL), yaitu Leukimia kronis dimana kanker yang paling umum biasanya diderita oleh anak-anak.
  • Leukemia Myeloid Kronis (CML), yaitusel kanker dengan kromosom Philadelphia dan lebih umum terjadi pada orang dewasa.
  • Leukemia Limfositik Kronis (CLL), yaitu kanker sel limfoid dewasa yang diderita oleh individu yang berusia lanjut (>60 tahun).

Bagaimana caranya mengenali gejala Leukimia? Jika seseorang secara tiba-tiba menjadi sering demam, lemah, letih, tidak bertenaga, menjadi lebih kurus dan mudah mengalami pendarahan berlebihan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terkait dan menjalani pemeriksaan fisik dan sample darah. Diagnosis leukemia seringkali menghancurkan kondisi mental pasien dan keluarganya, karena penyakit ini dinilai tidak ada obatnya. Meskipun pada awalnya akan terasa sulit untuk fokus pada tindakan pengobatannya, Dorongan semangat pun sangat dibutuhkan saat situasi seperti ini, untuk melawan Leukimia dengan cara yang positif.

Mengikuti terapi pengobatan berteknologi seperti Kemoterapi. Minumlah obat yang dianjurkan oleh dokter secara teratur. Pasien Leukimia harus mengetahui dosis dan efek samping dari obat-obatan tersebut. Ikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter dan jangan menghentikan konsumsi obat atas dasar pertimbangan diri sendiri. Mulai membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat, bersih dan seimbang.

Biasakan makan dengan pola makan yang sehat dan seimbang sehingga memberikan energi dan nilai gizi yang baik bagi tubuh. Kebersihan rumah tangga dan pribadi juga berpengaruh. Pasien penderita leukemia rentan terhadap infeksi yang bisa terjadi, maka dari itu berikan perhatian lebih terhadap kebersihan rumah tangga, seperti kamar, pakaian, dan peralatan rumah tangga harus selalu dirapikan dan dijaga agar tetap bersih. Hindari tempat-tempat umum yang ramai agar tidak terjangkit dengan orang sakit atau yang tidak sehat dan jangan lupa Kenakan masker saat pergi ke luar rumah. Bicaralah dengan orang lain: Hidup dengan penyakit leukemia bukanlah suatu hal yang mudah.

Dukungan emosional selama proses ini pun menjadi salah satu obatnya. Bicarakanlah apa perasaanmu kepada orang yang kamu percayakan selama proses pengobatan dijalani. Dengan bicara dan mengeluarkan isi hati, akan terasa lebih baik daripada dipendam. Sebagian pasien Leukimia juga diberikan dukungan dan dorongan konseling oleh Psikolog, atau mengikuti kegiatan keagamaan.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: