Kenali Jenis Leukimia Yang Harus Diwaspadai!

Scroll down to content

Leukemia Myeloid Akut (AML) adalah Leukimia akut dengan jenis kanker darah yang paling umum, kebanyakan terjadi pada orang dewasa. Sel leukemia menyebar di sumsum tulang dan mempengaruhi produksi sel darah yang sehat, dan menyebabkan gejala anemia yang mengakibatkan turunnya jumlah trombosit secara berlebihan. Seseorang dengan Leukemia Myeloid Akut sangat rentan terhadap infeksi karena jumlah sel darah putih yang normal tidak cukup untuk melawan bakteri dan virus yang menyerang.


Banyak tanda dan gejala dari tahap awal AML, antara lain nyeri tulang, kulit pucat, mudah memar, asma atau sesak napas, demam secara tiba-tiba, letih lesu, sering infeksi, pengurunan nafsu makan hingga enurunan berat badan, pendarahan dari gusi, sering mimisan, dan perdarahan yang tidak biasa lainnya. AML memburuk secara cepat jika tidak diobati, sehingga butuh diagnosis yang tepat dari dokter membantu menangani AML.

Pengobatan AML tergantung pada beberapa faktor, seperti usia pasien, kesehatan secara keseluruhan, preferensi, dan subtipe penyakit. Pengobatan penyakit ini memiliki dua fase, yaitu pertama adalah fase Induksi dan fase Konsolidasi. Dalam fase induksi sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang dibunuh, tetapi untuk tujuan mencegah penyakit kembali kambuh, perawatan lebih lanjut diperlukan karena induksi remisi biasanya tidak mnghilangkan semua sel-sel leukemia. Sedangkan fase konsolidasi adalah fase dimana
sel-sel leukemia yang tersisa dihancurkan. Juga disebut post-remisi, terapi pemeliharaan, atau intensifikasi. Terapi konsolidasi dianggap penting untuk mengurangi risiko kambuh. Beberapa metode terapi yang digunakan dalam fase ini, antara lain kemoterapi dan transplantasi stem cell.


Kemoterapi merupakan bentuk utama terapi induksi remisi, yang menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker dalam tubuh. Karena obat kemoterapi menghancurkan banyak sel-sel darah normal dalam proses pembunuhan sel-sel leukemia, sehingga pasien harus tinggal di rumah sakit selama terapi ini. Pengobatan ini mungkin perlu diulang satu atau lebih dari dua kali dalam kasus siklus pertama kemoterapi yang tidak menyebabkan remisi.

Transplantasi stem cell sumsum tulang dapat membantu dalam membangun kembali sel-sel induk yang sehat dengan mengganti sumsum tulang yang tidak sehat dengan sel yang bebas dari sel induk Leukimia yang akan menumbuhkan sumsum tulang yang sehat. Untuk menghancurkan sumsum tulang dan menghasilkan manfaat pada penyakit leukemia pasien, maka akan diberi dosis yang sangat tinggi dari kemoterapi atau terapi radiasi sebelum transplantasi sel induk. Sel induk sendiri seseorang juga dapat digunakan (transplantasi autologous), yaitu dengan mengambil dan menyimpan sel-sel sehat induk mereka untuk transplantasi di masa depan.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat AML, seperti gangguan pada sistem kekebalan tubuh, pendarahan, penyumbatan pembuluh darah karena penggumpalan sel darah putih yang dapat menggangu kerja otak dan paru-paru. Selain komplikasi dari AML, komplikasi juga dapat timbul dari pengobatannya. Pasien yang telah menjalani kemoterapi dosis tinggi rentan untuk mengalami kemandulan atau infertilitas. Merubah tata hidup menjadi menjadi bersih dan sehat salah satu cara untuk mengatasi AML. Salah satunya adalah berhenti merokok. Jauhkan diri dari paparan bahan kimia berbahaya, seperti benzena, fomalin, dan pestisida. Perbanyak konsumsi makanan bergizi dan terapkan olahraga yang teratur.

Sumber: Diolah dari berbagai Sumber

%d blogger menyukai ini: