Rubella, Virus Membahayakan Yang Dapat Menyebabkan Tuli

Scroll down to content

Campak Jerman atau yang lebih dikenal dengan Rubella adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Meskipun sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, Rubella berbeda dengan campak. Selain disebabkan oleh virus yang berbeda, efek campak umumnya lebih parah dibandingkan Rubella. Rubella disebabkan karena adanya infeksi virus yang menular dari satu orang ke orang lain. Seseorang bisa terserang Rubella ketika menghirup percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin.

Gejala yang timbul akibat Rubella biasanya ringan sehingga sulit terdeteksi. Namun begitu seseorang terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5-7 hari. Maka dari itu, hindari kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita juga memungkinkan seseorang mengalami Rubella, contohnya sendok makan, piring, dan sejenisnya. Rubella bisa menulari ibu hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan ke janin yang dikandungnya, melalui aliran darah. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kekebalan tubuh terhadap Rubella pada saat merencanakan kehamilan.

Jika seorang wanita hamil sudah terkena virus tersebut, akibatnya adalah dapat menyebabkan keguguran, atau jika kehamilan terus berlangsung, bayi dapat mengalami kelainan jantung, dan yang menakutkan adalah bayi dapat terlahir secara cacat fisik permanen, salah satunya adalah Tunarungu atau Tuli. Virus Rubella yang masuk melalui infeksi intrauterin selama kehamilan terutama selama trimester pertama, dapat menginfeksi janin dan menyebabkan Sindroma Rubella Kongenital (SRK). SRK merupakan kumpulan beberapa gejala cacat bawaan atau trias SRK yang paling umum adalah tuli.

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menjalani tes darah. Jika hasil tes menunjukkan tidak ada kekebalan terhadap Rubella, maka vaksin MMR akan diberikan. Vaksin ini tidak boleh diberikan saat sedang hamil. Pada ibu hamil yang menderita Rubella, dokter akan meresepkan obat antivirus. Meski dapat mengurangi gejala, antivirus tidak mencegah kemungkinan bayi menderita SRK, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan bayi terlahir dengan kelainan. Ladies, sudahkah kamu vaksin MMR?

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: