Bahayakah Jika Lingkar Kepala Anak Kecil?

Scroll down to content

Mikrosefalus atau microcephaly adalah kondisi langka di mana kepala bayi berukuran lebih kecil dari ukuran kepala bayi normal. Mikrosefalus dapat dilihat dengan ukuran otak yang menyusut serta tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini bisa sudah ada sejak bayi masih di dalam rahim atau setelah dilahirkan, tetapi bisa juga terjadi kemudian pada bayi normal di tahun-tahun pertama masa pertumbuhannya. Gejala Mikrosefalus dapat ditentukan melalui pengukuran lingkar kepala bayi atau bagian atas kepala. Kondisi ini bisa disertai dengan gejala yang berupa:

  1. Bayi sering menangis
  2. Gangguan indera sepert ipenglihatan, pendengaran, dan gangguan berbicara sampai kesulitan menelan makanan.
  3. Gangguan gerak dan keseimbangan tubuh
  4. Panjang badan lebih rendah dari bayi normal
  5. Terhambatnya perkembangan bayi untuk belajar berdiri, duduk, atau berjalan
  6. Hiperaktif

Penyebab Mikrosefalus diketahui karena beberapa hal, misalnya pada saat kehamilan atau saat melahirkan sang ibu kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan sang bayi mengalami cedera otak. Penyebab lainnya juga dapat terjadi karena lingkungan sekitar, contohnya sering menghirup zat berbahaya seperti alkohol, merkuri, dan rokok. Pada saat kehamilan, ada baiknya sang ibu berhati-hati terhadap daging mentah atau setengah matang, karena rawan terinfeksi parasit yang terdapat pada daging yang tidak matang.

Sampai dengan saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk Mikrosefalus. Tetapi, tidak perlu khawatir karena ada perawatan khusus untuk membantu masalah ini. Sang ibu harus rajin untuk memantau tumbuh kembang anak dengan rutin melakukan check up ke dokter . Ajaklah anak untuk melakukan terapi bicara dan terapi fisik, untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot. Serta memberikan obat pengontrol hiperaktif agar ibu dan anak sama sama merasa aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak menderita mikrosefalus, diantaranya :

  • Selalu menjaga kebersihan tangan, karena tangan kotor menyimpan berjuta-juta bakteri.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan vitamin pada masa prenatal atau kehamilan.
  • Hindari kontak dengan kotoran kucing karena dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis.
  • Gunakan obat nyamuk untuk mencegah virus Zika mungkin menjadi penyebab Mikrosefalus.
  • Menjauhkan diri dari zat-zat kimia, termasuk asap rokok.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto : Google

%d blogger menyukai ini: