Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi

Scroll down to content

Tetralogy of Fallot atau TOF adalah Jenis penyakit ini termasuk kondisi langka, terjadi pada 1 dari 2500 kelahiran, biasanya terdeteksi melalui USG kehamilan, atau setelah bayi lahir (terlihat dari kulit bayi yang membiru). TOF mempengaruhi struktur jantung dan proses jantung saat memompa darah ke seluruh tubuh tidak berjalan dengan normal, sehingga menyebabkan bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dari ventrikel kiri dengan darah yang kekurangan mengandung sedikit oksigen pada ventrikel kanan. Akibatnya, kondisi tersebut membuat kinerja jantung menjadi berat. TOF disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir, seperti :

  • Ventricular septal defect (VSD). Munculnya lubang abnormal yang terbentuk di dinding yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri.
  • Pulmonary Valve Stenosis. Kondisi ketika katup pulmonal menyempit, sehingga darah yang menuju paru-paru berkurang.
  • Posisi aorta yang abnormal, yaitu bergeser ke kanan mengikuti VSD yang terbentuk.
  • Right Ventricular Hypertrophy atau penebalan abnormal pada ventrikel kanan. Kondisi ini terjadi akibat kerja jantung yang terlalu berat. Jika kondisi ini terus berlangsung, jantung bisa melemah dan terjadi gagal jantung.

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Tetralogy of Fallot, antara lain:

  • Infeksi virus pada masa kehamilan, misalnya terinfeksi oleh Virus Rubella (Campak Jerman)
  • Usia ibu di atas 40 tahun saat hamil.
  • Diabetes saat kehamilan.
  • Kekurangan gizi selama masa kehamilan.
  • Memiliki salah satu atau kedua orang tua dengan kelainan yang sama.
  • Konsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan.
  • Adanya kelainan bawaan lain, seperti Down Syndrome

Gejala TOF tergantung pada tingkat keparahan gangguan aliran darah dari bilik jantung sebelah kanan dan aliran darah ke paru-paru. Umumnya, gejala yang dialami penderita TOF meliputi:

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas, misalnya pada saat bayi menyusu.
  • Kulit dan bibir membiru akibat peredaran darah yang kekurangan kadar oksigen. Kondisi sianosis ini bisa memburuk saat bayi menangis.
  • Kuku tangan dan kaki berbentuk bulat dan cembungakibat pembesaran tulang atau kulit di sekitar kuku.
  • Mudah lelah & rewel
  • Gangguan tumbuh kembang, misalnya berat badan tidak bertambah.

Pada kasus TOF yang ringan, gejala yang muncul umumnya tidak tampak jelas, sehingga harus dilakukan pemeriksaan menunjang, seperti :

  • Pulse Oximetry. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan sensor kecil yang ditempelkan di jari tangan atau jari kaki, untuk mengukur kadar oksigen pada darah.
  • Elektrokardiogram (EKG). EKG dilakukan untuk memeriksa aliran listrik dan irama jantung yang dapat menggambarkan kondisi ruang jantung.
  • Foto Rontgen dada untuk dapat melihat jantung, sehingga membantu dokter mengetahui bentuk jantung jika terjadi pembesaran pada ventrikel kanan.
  • Ekokardiografi. Pemeriksaan ini membantu dokter mengetahui kondisi kelainan katup pulmonal, posisi aorta, adanya VSD, serta pembesaran bilik jantung kanan yang terjadi pada TOF atau kemungkinan adanya kelainan jantung yang lain.
  • Katerisasi jantung. Dokter bisa menjalankan pemeriksaan ini untuk melihat struktur jantung dan membuat perencanaan sebelum dilakukan tindakan bedah. Keterisasi jantung juga bisa mengukur kadar oksigen pada bilik jantung atau di pembuluh darah.

Pada kasus TOF yang berat, operasi adalah pilihan yang efektif. Dua pilihan operasi yang umumnya dilakukan dokter adalah

  1.  Intracardiac Repair, atau operasi di tahun pertama setelah bayi lahir dengan membuat pembuluh darah baru dan mempertahankan aliran darah ke paru-paru.
  2.  Bedah Rekonstruksi Jantungyaitu tindakan yang dilakukan untuk menutup lubang pada jantung dan membuka penyempitan katup.

Komplikasi TOF masih bisa berlanjut hingga masa remaja atau dewasa, sehingga dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter jantung. Komplikasi tersebut meliputi :

  • Gangguan irama jantung.
  • VSD yang bocor kembali.
  • Penyakit jantung koroner
  • Pembesaran pembuluh darah aorta.
  • Jantung berhenti secara mendadak
  • Kebocoran katup jantung trikuspid.
  • Kembalinya darah dari paru-paru ke ventrikel kanan (regurgitasi pulmonal).

Jangan remehkan penyakit jantung bawaan ini, karena jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: Medium.com

%d blogger menyukai ini: