Ketahui Bahaya “Boba”, Minuman Kekinian Yang Digemari di Asia.

Scroll down to content

Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali bermunculan jenis minuman baru, salah satunya adalah Boba atau yang biasa dikenal dengan “Bubble”. Boba terbuat dari tapioka yang bentuknya bulat-bulat kecil berwarna gelap menyerupai pudding kenyal dengan rasa manis dan biasa disajikan dengan air gula. Minuman boba sangat populer di kalangan Asia. Asal muasal boba dikenal pertama kali oleh pemilik toko teh di Taiwan. Warga Taiwan biasanya mencampurkan boba ke dalam teh mereka untuk dinikmati. Boba sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama dan dikenal sebagai makanan penutup tradisional Taiwan. Popularitas boba sangat meroket dan dikonsumsi hampir oleh seluruh kalangan masyarakat, salah satunya adalah Indonesia.

Saking populernya, di setiap pusat perbelanjaan pasti terdapat lebih dari tiga toko minuman boba. Bukan hanya di pusat perbelanjaan, kamu pasti juga sering menemukan toko minuman boba di pinggir jalan, bukan? Hal ini membuktikan bahwa boba digemari oleh seluruh orang, karena animonya yang begitu besar. Lalu, terbuat dari apakah boba tersebut dan apakah mengkonsumsinya dapat membahayakan kesehatan tubuh? Boba atau tapioka mengandung karbohidrat dan gula, tanpa vitamin dan mineral. Hitungan dasar dalam satu gelas boba sedang berukuran 500ml yang disajikan dapat mengandung lebih dari 300 kalori! Jumlah kalori ini belum termasuk dalam minumannya itu sendiri. Bagaimana jika kamu minum boba dengan takaran gelas besar? Apakah terbayang olehmu, berapa kalori yang masuk ke tubuh, ketika kamu minum boba?

Jika kamu terlalu sering konsumsi boba tanpa memperhatikan pola makan, sudah dapat dipastikan kamu akan mengalami kenaikan berat berat dan jika parah sampai dengan obesitas! Bukan hanya itu, kamu juga dapat mengalami beberapa hal berikut :

1. Sembelit

Terlalu banyak mengkonsumsi boba dapat menyembabkan sembelit. Tapioka dibuat dari serat-serat bernama Guar Gum untuk kekenyalan boba hingga dapat menyatu. Nah kandungan tersebut akan mengembang jika terkena air dan lama kelamaan dapat menyebabkan Sembelit.

2. Kerusakan Ginjal

Beberapa produksi boba menggunakan asam maleat yang merupakan zat aditif yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk makanan. Mengkonsumsi asam maleat dalam kadar normal, tidak membahayakan, tetapi jika terlalu sering dan banyak zat tersebut yang masuk ke dalam butuh, dapat menyebabkan gagal ginjal dalam jangka panjang.

3. Menular ke Janin Bayi

Tidak hanya asam maleat yang terdapat dalam kandungan boba. Zat kimia lain yang terkandung didalamnya antara lain, PCB’s atau polychlorinated byphenyls seperti styrene, acetophenone dan zat brominasi lainnya. Dampak buruk dari konsumsi yang terlalu banyak dapat mempengaruhi sistem imun, sistem reproduksi dan sistem saraf. PCB’s tidak dapat keluar dari tubuh, sehingga berbahaya bagi ibu hamil, karena dapat berdampak pada janjin yang dikandungnya seperti IQ rendah. Dan untuk ibu menyusui, zat tersebut dapat berpindah dari tubuh ibu ke anak melalui proses menyusui.Minuman boba sangat enak dinikmati apalagi saat panasnya cuaca. Tetapi ingat, boba tidak mengandung nutrisi, vitamin untuk tubuh. Sebagai pecinta boba, kamu boleh-boleh saja mengkonsumsinya, tetapi ingat, tidak boleh terlalu sering yah! Karena apapun yang berlebihan, tidak baik untuk tubuh. Jika anakmu ingin mencoba boba, lebih baik diminum dengan pengawasan orang tua dan jangan sampai tersedak yah!

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: Kaskus.id

%d blogger menyukai ini: