Ketahui Kanker Rektum, Kanker Yang Bersarang Pada Bocah Korban Pedofil

Scroll down to content

Baru-baru ini dunia media sosial diramaikan oleh bocah berusia 12 tahun bernama Tiara dari Padang, Sumatera Barat, yang didiagnosa dokter mengidap kanker rektum stadium 4. Seharusnya dengan umurnya yang belia 12 tahun, Tiara bisa fokus mengenyam pendidikan di sekolah, tetapi saat ini Tiara hanya bisa berbaring di rumah sakit akibat pencabulan yang dilakukan oleh seorang pedofil kejam sehingga mengakibatkan pendarahan pada anus dan didiagnosa dokter mengidap kanker rektum stadium akhir. Lalu, apakah kanker rektum tersebut? Seberapa bahaya kanker tersebut jika bersarang di tubuh manusia?

Kanker rektum merupakan jenis kanker yang cukup umum terjadi. Penyakit ini menempati urutan ketiga sebagai kanker yang paling banyak terjadi, baik pada orang dewasa maupun anak kecil. Rektum sendiri merupakan saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar yang terletak di ujung bagian usus besar dan berakhir di saluran pendek yang mengarah ke anus. Rektum dan usus besar merupakan tempat di mana makanan dicerna dan dialihkan menjadi energi untuk tubuh dan sisa dari pencernaan tersebut akan dibuang dalam bentuk feses atau tinja melalui anus.

Penyakit ini awalnya muncul dengan bentuk jaringan yang tumbuh di dinding rektum yang dikenal dengan polip. Beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker dalam hitungan tahun, namun tidak semua polip berpotensi menjadi kanker. Berikut adalah jenis sel kanker yang berkembang di rektum:

 РAdenokarsinoma, sel kanker ini ditemukan pada sel-sel yang membentuk lendir di dinding rektum

– Tumor karsinoid, biasanya muncul pada sel-sel yang memproduksi hormon di usus.

РGastrointestinal stromal tumors (GIST) berkembang di sel-sel dinding usus tetapi bersifat jinak dan dapat ditemukan di bagian mana saja pada saluran pencernaan.

– Limfoma, jenis kanker yang menyerang sel-sel sistem imun tubuh dan sel kanker ini berkembang di usus besar, rektum, atau organ tubuh lainnya.

– Sarkoma, biasanya muncul pembuluh darah, atau jaringan penghubung lain pada dinding usus besar dan rektum. Sel sarkoma yang berkembang di rektum tergolong sangat langka.

Tanda dan gejala kanker rektum pada umunnya tidak diketahui oleh penderitanya, dan biasanya akan terdeteksi saat pemeriksaan lanjutan. contoh gejala-gejala yang biasa dialami oleh penderita kanker rektum, misalnya

  1. Pendarahan pada anus
  2. Feses dan tinja bercampur lendir dan darah
  3. Lebih sering membuang gas / kentut
  4. Merasa buang air besar tidak pernah tuntas
  5. Diare berkepanjangan
  6. Merasa tidak nyaman pada area perut
  7. Nafas menjadi lebih pendek
  8. Berat badan yang terus menerus menurun

Kanker rektum terjadi ketika sel-sel yang terdapat di rektum mengalami kerusakan pada DNA-nya. Sel-sel yang normal biasanya tumbuh dan bereplikasi, lalu mati dan digantikan dengan yang baru. Namun, pada beberapa kasus, DNA di dalam sel mengalami kerusakan dan menyebabkan sel-sel tersebut terus berkembang secara tidak terkendali. Sel-sel yang berlebihan ini akan terus menumpuk dan membentuk jaringan yang disebut dengan tumor. Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel ini berkembang menjadi sel kanker yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya. Bahkan, sel-sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan yang dianjurkan oleh dokter biasanya disesuaikan dengan stadium kanker serta kondisi dan pertimbangan pasien, pengobatan tersebut antara lain  :

  • Operasi, untuk mengangkat kanker yang berada dalam rektum.
  • Kemoterapi, proses mematikan sel kanker dan membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Terapi Radiasi, menggunakan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker dan biasanya digunakan pada stadium IV atau stadium lanjut.

Kanker rektum merupakan penyakit yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, seperti Usia & Jenis Kelamin, biasanya ditemukan pada beberapa pasien berusia muda, penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang-orang berusia 50 tahun ke atas, memiliki kelebihan berat badan atau obesitas karena sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan (seperti sosis dan daging asap), merokok dan salah satunya adalah pelecehan seksual akut, seperti yang terjadi pada Tiara.

Nah, untuk kamu yang pernah mengalami gejala yang telah disebutkan diatas, seperti pendarahan pada anus atau tinja yang bercampur dengan darah, jangan tunggu lagi untuk langsung memeriksakan kondisi tubuhmu ke dokter. Kenali gejala pada tubuhmu sejak dini sehingga kamu dapat mencegahnya dengan mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisimu.

Jangan lupa untuk membantu sesama #InsanPeduli melalui platform https://pedulisehat.id karena seberapapun donasimu akan sangat berarti.

sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: ColoretalCentre

%d blogger menyukai ini: