Infeksi Paru-paru Yang Dapat berakibat Fatal

Scroll down to content

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru (alveoli) akan meradang dan dipenuhi cairan atau nanah. Akibatnya, penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil. Pneumonia terjadi saat kuman mengalahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menimbulkan peradangan pada paru-paru dan menjadi salah satu penyebab kematian pada anak tertinggi di dunia.

Namun pada penderita dewasa, kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. organisme yang dapat menyebabkan pneumonia seperti bakteri Streptococcus pneumoniae dan Chlamydophila pneumonia, virus seperti batuk, flu atau percikan bersin yang tersebar di udara dan terhirup oleh orang lain, dan jamur yang biasa didapat dari tanah ataupun kotoran burung. Adapun penyebab lainnya selain yang disebutkan adalah karena Mikoplasma, yaitu sejenis organisme tetapi bukan virus atau bakteri, dan biasanya tergolong ringan karena lebih banyak diderita anak-anak sampai dengan remaja.

Semua orang bisa terserang penyakit ini, namun risiko terserang pneumonia biasanya lebih besar pada bayi serta anak-anak berusia di bawah 2 tahun atau lansia di atas 65 tahun. Merokok juga dapat mengganggu pertahanan tubuh alami dalam melawan bakteri atau virus penyebab pneumonia. Penyakit pneumonia adalah penyakit yang disebabkan infeksi, dan pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan tipe, keparahan dari infeksi paru yang terjadi, usia pasien, serta kondisi pasien secara keseluruhan, misalnya dengan :

1.      Antibiotik

Obat antibiotik akan diberikan pada orang yang terserang penyakit pneumonia bakterial. Biasanya, tim medis Anda akan memeriksa dulu jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi di organ paru, kemudian akan disesuaikan dengan jenis antibiotik yang akan diberikan. Ketika pemberian antibiotik tidak dapat mengatasi gejala infeksi yang dialami, maka bisa jadi bakteri telah kebal terhadap obat tersebut, sehingga dokter akan menggantinya dengan jenis obat yang baru.

2.    Obat antivirus

Obat ini digunakan untuk pasien yang mengalami infeksi akibat virus. Virus tidak bisa dilawan dengan antibiotik, jadi kalau ada pasien yang mengalami infeksi paru setelah flu maka sebaiknya diberikan obat antivirus, seperti Tamiflu atau relenza.

3.    Obat batuk

Obat ini digunakan untuk meredakan gejala batuk yang biasanya dialami ketika infeksi paru menyerang. Biasanya akan diberikan untuk membuat Anda lebih nyaman dan supaya Anda tidak merasakan sakit akibat batuk terus menerus.

4.    Obat penghilang rasa sakit

Bila merasa nyeri sendi atau otot, kepala pusing, atau demam, maka dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan gejala yang Anda alami, seperti ibuprofen.

Pnemonia sebenarnya dapat dicegah dengan menghindari berbagai faktor risiko dari penyakit ini, dengan cara :

  • Pemberian vaksin pada anak dengan rentan usia 2-5 tahun. Vaksin ini ampuh untuk menghindari infeksi paru ini terjadi. Biasanya, ada vaksin yang memang khusus pneumonia.
  • Menerapkan pola hidup yang bersih dengan Menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Biasakanlah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit.
  • Berhenti merokok agar saluran pernapasan tidak terinfeksi, termasuk organ paru-paru.
  • Membiasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: emidicineHealth

%d blogger menyukai ini: