Ketahui Kelainan Saluran Nafas pada Bayi

Scroll down to content

Laringomalasia adalah kelainan bawaan pada bayi yang terdapat pada tulang rawan laring tidak terbentuk dengan baik yang mengakibatkan kolapsnya struktur supraglotis ketika bayi bernapas, sehingga menyebabkan tersumbatnya jalan napas. Pada bayi yang baru lahir, normal jika sesekali nafas bayi berbunyi. Nafas bayi yang berbunyi “grok grok” menunjukkan paru-paru dan hidung bayi yang sedang beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat berbeda dengan lingkungan di dalam rahim. Nafas bayi yang berbunyi ini kemungkinan akan berlangsung selama beberapa minggu.

Kondisi laringomalasia  tidak bisa dicegah. Tetapi, pada sebagian besar kasus nafas bayi berbunyi, laringomalasia tidak menjadi kondisi yang serius. Bayi mengalami nafas yang berbunyi kasar seperti sedang mengorok, tetapi bisa menyusu dan tumbuh dengan baik. Untuk kondisi bayi dengan nafas bayi seperti ini, laringomalasia akan sembuh tanpa membutuhkan pembedahan saat usianya mencapai 18 atau 20 bulan. Tapi sebagian kecil bayi dengan laringomalasia ada yang tak hanya mengalami nafas bayi yang berbunyi saja tetapi juga memicu terjadinya kesulitan bernafas, menyusu, dan kesulitan menambah berat badan. Gejala seperti inilah yang membutuhkan perhatian khusus saat nafas bayi bermasalah :
  • Nafas bayi terdengar lebih buruk ketika bayi sedang menyusu, gelisah, menangis atau tidur telentang.
  • Suara bernada tinggi.
  • Sering tersedak saat makan.
  • Sleep apnea.
  • Sianosis atau membiru.
  • Menarik leher dan dada setiap bernapas.
  • Aspirasi (menghirup makanan ke paru-paru)
  • Refluks gastroesofagus.

Laringomalasia terbagi menjadi 3 kategori, dan menjadi faktor penentu apakah jenis yang diderita sih bayi parah atau tidak.

  1. Laringomalasia Ringan

Nafas bayi dengan kategori laringomalasia ringan berbunyi tanpa sumbatan jalan udara yang berat, tidak mengganggu dan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Bayi biasanya bisa sembuh dari stridor atau nafas bayi berbunyi di usia 12 bulan sampai 18 bulan.

2.  Laringomalasia Menengah

Bayi dengan kategori laringomalasia menengah mengalami gejala nafas berbunnyi, gumoh, obstruksi atau penyumbatan jalan udara, susah menyusui tapi tidak mengalami kesulitan menambah berat badan, mengalami riwayat gejala gangguan jalan udara cukup parah sehingga perlu sering ke rumah sakit. Sama seperti Laringomalasia ringan, bayi biasanya bisa sembuh dari stridor atau nafas bayi berbunyi di usia 12 bulan sampai 18 bulan.

3. Laringomalasia Berat

Bayi dengan kategori laringomalasia berat membutuhkan tindakan pembedahan untuk penanganan dan mengurangi tingkat gejala termasuk gejala nafas bayi berbunyi. Dokter biasanya merekomendasikan pembedahan bila bayi mengalami gejala apnea yang mengancam keselamatan, muncul warna biru pada kulit bayi, mengalami gagal tumbuh, karena sulit menyusu, dada dan leher tertarik ketika bernafas, membutuhkan tambahan oksigen ketika bernafas, dan mengalami masalah jantung atau paru-paru karena kekurangan oksigen.

Banyak bayi mengalami laringomalasia yang menjadi penyebab nafas bayi berbunyi dan sekaligus mengalami  refluks asam lambung. Keadaan ini tentu semakin memperburuk nafas bayi yang berbunyi. Refluks asam lambung ditandai dengan bayi sering muntah. Namun sebagian bayi tidak mengalami muntah atau yang disebut dengan istilah silent reflux. Kondisi ini cukup berbahaya, karena asam lambung sering mencapai jaringan pada hidung dan jalan udara yang sangat rapuh dan tidak terlindungi. Bayi dengan silent reflux tak hanya mengalami nafas bayi berbunyi tetapi terkadang juga mengalami tersedak, batuk, asma, kambuhnya paru-paru basah, dan infeksi sinus.

Pencegahannya, sebaiknya pastikan bayi duduk tegak ketika sedang menyusu dan tetap berada di posisi tegak setidaknya untuk 30 menit setelah menyusu. Posisi ini akan mencegah ASI keluar lagi. Pastikan pula setelah menyusu, bayi harus disendawakan. Jangan biarkan bayi berbaring telentang bersama botol pada mulutnya. Penanganan yang dibutuhkan hanyalah waktu. Jadi sangat dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan sang bunda dalam merawat bayi dengan kondisi nafas bayi berbunyi akibat laringomalasia.

Biasanya kondisi bayi perlahan membaik dan suara nafas bayi yang berbunyi akan hilang di usia 2 tahun. Sedangkan suara nafas bayi tetap meningkat pada 6 bulan pertama, karena aliran udara meningkat seiring pertambahan usia. Bahkan pada beberapa kasus, tanda dan gejala laringomalasia yang memicu terjadinya nafas bayi berbunyi bisa saja hilang namun  penyakit tetap ada hingga usia dewasa. Pada kasus seperti ini biasanya gejala atau tanda-tandanya bisa kambuh karena infeksi virus.

 Nah dengan adanya informasi ini, tentunya para ibu diluar sana sudah semakin paham mengenai laringomalasia yang menjadi penyebab nafas bayi berbunyi. Dengan wawasan ini, Ibu bisa lebih waspada dan tidak perlu panik ketika nafas bayi berbunyi. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebab nafas bayi berbunyi dan mendapatkan penanganan yang tepat agar nafas bayi normal lagi.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: Orami Parenting Id

%d blogger menyukai ini: