Sensoryneural Hearing Loss atau gangguan pendengaran sensorineural disebabkan oleh hilangnya atau rusaknya sel saraf (sel rambut) dalam rumah siput dan biasanya bersifat permanen. Gangguan pendengaran sensorineural, yang disebut juga “tuli saraf”, dapat ringan, menengah, berat atau parah. Anak yang menderita gangguan pendengaran ini masih bisa mendengar sayup-sayup. Karena ini hal, terkadang pemahaman anak terhadap bahasa jadi terhambat.  Kerusakan saraf yang menyebabkan sensorineural hearing loss ini bisa terjadi pada saat bayi masih di dalam rahim, pada proses persalinan, atau setelah dilahirkan. Gangguan pendengaran ini juga bisa terjadi pada anak yang terserang virus rubella atau meningitis.


Gangguan pendengaran ringan hingga berat sering dapat diatasi dengan alat bantu dengar atau implan telinga tengah. Sedangkan implan rumah siput seringkali merupakan solusi atas gangguan pendengaran berat atau parah. Sebagian orang menderita gangguan pendengaran sensorineural hanya pada frekuensi tinggi, juga dikenal dengan sebutan tuli sebagian. Saat Anda mengalami tuli mendadak, suara di sekitar Anda tiba-tiba meredam seperti terdengar dari kejauhan. Biasanya kondisi ini hanya memengaruhi salah satu telinga dan bisa kembali normal dalam beberapa hari. Namun, tuli mendadak juga tidak boleh disepelekan. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan telinga menjadi tuli mendadak, kondisi ringan seperti telinga terasa ringan, dan telinga berdenging atau kemasukan air.

Berikut adalah penyebab lain terjadinya kehilangan pendengaran, seperti :

1. Infeksi virus

Infeksi yang diakibatkan oleh virus menjadi salah satu penyebab tuli mendadak yang paling umum. Virus yang terkait dengan tuli mendadak meliputi gondok, campak, rubela, serta meningitis, sifilis dan AIDS.

2. Gendang telinga pecah

Pecahnya gendang telinga disebabkan oleh robeknya selaput tipis yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar. Kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan pendengaran sensorineural.

3. Trauma kepala atau akustik

Kerusakan pada telinga bagian dalam Anda juga bisa disebabkan oleh benturan pada kepala atau paparan suara yang sangat keras, seperti ledakan.

4. Tumor

Tumor yang tumbuh pada bagian otak yang mengatur kemampuan mendengar (lobus parietal), dapat menyebabkan terganggunya pendengaran.

5. Obat-obatan

Ada obat tertentu yang dapat membuat telinga Anda rusak dan akhirnya mengganggu kemampuan mendengar. Biasanya, gejala awal yang dialami adalah munculnya bunyi denging, timbul vertigo, dan lama-kelamaan kemampuan mendengar akan hilang atau tuli.

6. Multiple Sclerosis (MS)

Gangguan sistem saraf dapat memengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang. Selaput otak (myelin) juga bisa ikut terpengaruh dan menyebabkan kerusakan pada serat saraf di dasar otak. Biasanya, orang dengan kondisi ini akan menunjukkan gejala seperti hilangnya pendengaran tiba-tiba.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: