Nyeri Pada Tulang Beresiko Terkena Tumor Tulang

Scroll down to content

Primary Bone Tumor atau yang dikenal sebagai kanker tulang adalah kondisi yang terjadi jika sel-sel tulang tumbuh secara abnormal. Sel-sel tulang yang tumbuh tidak terkontrol dapat membentuk pembesaran, tonjolan atau tumor pada tulang. Tumor pada tulang dapat menjadi tumor ganas dan jinak. Jika tumor ganas dapat menyebabkan kanker, tumor jinak tidak demikian. Penyebab tumor tulang diketahui dapat berkaitan dengan kelainan genetik (keturunan), cedera, atau karena paparan radiasi. Gejala yang dirasakan seperti rasa nyeri paling sering dirasakan di daerah di mana tumor mengenai bagian tubuh tertentu dan cenderung meningkat seiring beratnya aktivitas yang dilakukan dan biasanya bertambah kuat ketika malam hari. Gejala-gejala lainnya biasanya ditandai dengan:

  • Timbul pembengkakan di sekitar tumor.
  • Rasa nyeri di sekitar tulang, dapat memburuk saat malam hari.
  • Patah tulang karena cedera ringan.
  • Bisa disertai demam dan berkeringat di malam hari.

Tumor tulang jinak atau tumor benigna lebih banyak ditemukan, dibandingkan tumor ganas atau tumor maligna. Tumor jenis ini cenderung tidak membahayakan, karena tidak agresif dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Walau demikian, jika didiamkan, tumor jinak bisa saja terus berkembang menggantikan jaringan sehat dan mengganggu jaringan tulang. Berikut ini beberapa jenis tumor tulang jinak:

  • Osteochondroma. Tumor ini biasanya menyerang orang berusia dibawah 20 tahun. Tumor tulang jenis ini bisa saja berkembang sejak masa remaja, terutama pada bagian ujung tulang panjang seperti pada lengan dan kaki.
  • Enchondroma. Tumor ini tidak memiliki gejala, biasanya yang paling umum terjadi adalah di tangan.
  • Osteoid Osteoma. Tumor yang menyerang bagian tulang-tulang panjang di tubuh.
  • Osteoblastoma. Tumor ini dapat mengenai tulang belakang dan tulang panjang pada tubuh.
  • Giant cell tumor. Tipe ganas dari tumor dengan sel raksasa ini jarang ditemui. Umumnya bersifat jinak, dan sering ditemukan pada bagian kaki.

Sementara itu, tumor tulang yang memicu kanker dikenal dengan tumor tulang ganas. Pada kanker tulang, terjadi pertumbuhan sel dan jaringan tulang yang agresif dan invasif, sehingga sering dikenal sebagai keganasan pada tulang. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat meluas, menyebar dan mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Walau begitu, peluang terjadinya kanker tulang primer (kanker yang berasal dari tulang, bukan akibat penyebaran sel kanker dari organ lain) sangat kecil. Berikut adalah tiga jenis tumor tulang ganas, yaitu:

  • Chondrosarcoma. Tumor ganas yang biasanya dimulai dari sel tulang rawan terutama pada kalangan usia 40-70 tahun. Biasanya menyerang bagian bahu, lengan, panggul, dan pangkal paha.
  • Osteosarcoma. Tumor ini umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Osteosarcoma banyak ditemukan bagian lutut, paha, dan tulang kering.
  • Tumor Sarkoma Ewing. Terjadi pada pasien dengan kisaran usia 5-20 tahun. Lokasi yang biasanya terjangkit yaitu kaki bagian atas dan bawah, lengan atas, dan tulang rusuk.

Dibandingkan tumor jinak, tumor tulang yang menyebabkan kanker membutuhkan tindakan penanganan yang lebih agresif, antara lain :

  • Tumor tulang jinak akan diawasi perkembangannya oleh dokter dan akan diberikan obat-obatan ataupun mengangkat tumor untuk mencegah meluasnya tumor yang mungkin dapat mengganggu fungsi jaringan disekitarnya. Sayangnya, tumor bisa saja kembali timbul pada sebagian orang.
  • Tumor ganas membutuhkan tindakan penanganan khusus yang bergantung pada tahap keganasan atau seberapa parah kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ada beberapa tindakan seperti melakukan mengangkat tulang yang terkena tumor dengan operasi, amputasi pada bagian tubuh tertentu, dan kemoterapi.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Foto: Dralisson.org

%d blogger menyukai ini: