Waspadai, Radang Otak Mengintai Anda

Scroll down to content

Radang otak dalam istilah ilmiah disebut dengan Ensefalitis ini adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya peradangan pada jaringan otak akibat adanya infeksi virus. Meski kebanyakan kasus peradangan otak (ensefalitis) disebabkan oleh virus, tapi bakteri serta jamur juga bisa menjadi penyebab lainnya.

Penyakit ensefalitis mampu berkembang dengan hebat ketika menyerang tubuh. Bahkan, ensefalitis bisa mengakibatkan seseorang mengalami perubahan kepribadian, kelemahan tubuh, bahkan kejang-kejang. Berbagai gejala radang otak lainnya biasanya ditentukan oleh bagian otak mana yang terkena infeksi virus, bakteri, maupun jamur.

Ensefalitis tergolong ke dalam penyakit langka yang berisiko mengancam jiwa. Akan tetapi, risiko tersebut terbilang jarang terjadi karena tidak sedikit orang dengan ensefalitis yang kemudian sembuh total. Pemulihan ensefalitis umumnya ditentukan oleh sejumlah faktor.

Mulai dari usia pasien, jenis virus yang menyerang, hingga tingkat keparahan penyakit tersebut. Maka itu, jangan tunda untuk segera memeriksakannya ke dokter jika mengalami gejala yang mengindikasikan radang otak.

Sebab penyakit ini bisa berkembang dengan cepat dan membutuhkan perawatan segera. Dalam kasus yang lebih serius, penyakit ensefalitis ini bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada kemampuan berbicara, memori (ingatan), hingga kematian.

Kita wajib mengetahui, ada 2 jenis radang otak, yakni primer dan sekunder. Radang otak primer adalah munculnya peradangan pada otak yang disebabkan oleh infeksi virus secara langsung di otak dan sumsum tulang belakang.

Sementara radang otak sekunder adalah peradangan pada otak yang muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, dan kemudian menyebar ke otak.

Gejala Radang Otak

Penyakit radang otak sering menimbulkan tanda dan gejala yang serupa dengan flu ringan, misalnya demam dan sakit kepala. Bahkan terkadang, gejalanya bisa menyerupai flu tapi dalam tingkat yang lebih parah.

Tak jarang, penyakit ini juga bisa menyebabkan pengidapnya susah berpikir, mengalami kejang-kejang, atau memiliki masalah dengan sistem indra tubuh. Secara lebih lengkapnya, berikut berbagai gejala radang otak yang bisa berkisar dalam kategori ringan hingga berat:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Leher terasa kaku
  • Nyeri pada otot atau persedian
  • Kelelahan parah
  • Demam yang lebih tinggi, bisa mencapai di atas suhu 39 derajat Celcius
  • Kebingungan
  • Mengalami halusinasi
  • Mengalami kejang-kejang
  • Perubahan gerakan motorik tubuh yang menjadi lebih lambat
  • Mudah marah
  • Kehilangan kesadaran
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
  • Mengalami masalah dengan kemampuan berbicara dan mendengar
  • Kehilangan kemampuan untuk merasakan atau kelumpuhan di area wajah dan tubuh
  • Kehilangan kemampuan indra pengecap
  • Perubahan mental, seperti linglung, mengantuk, disorientasi

Penyebab Serangan Radang Otak
Penyebab radang otak terkadang tidak dapat diketahui secara pasti. Pertama, radang otak bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur, yang langsung menyerang otak. Atau kedua, radang otak juga bisa diakibatkan respon sistem kekebalan tubuh yang keliru.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh seharusnya berperan dalam menangkan zat asing berbahaya yang berusaha masuk ke dalam tubuh. Namun dalam kasus ini, sistem imun justru menyerang jaringan otak yang sehat.

Sumber :HelloSehat.com
Foto :Tugumalang.com

%d blogger menyukai ini: