Mengenal Penyakit Autoimun Langka, Guillain-Barré

Scroll down to content

Sindrom Guillain-Barré adalah penyakit autoimun yang tergolong langka. Pada penyakit ini, sistem imunh manusia menyerang sistem saraf periferal. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang sistem saraf perifer yang bertanggung jawab mengendalikan pergerakan tubuh. Hal ini akan menyebabkan saraf meradang yang kemudian dapat mengakibatkan kelumpuhan atau lemahnya otot jika tidak ditangani serius.

Gejala Guillain-Barré diawali dari sering kesemutan atau nyeri pada otot kaki serta tangan. Jika otot kaki atau tangan melemah, maka selanjutnya akan menjalar ke bagian tubuh atas, bahkan hingga ke otot mata. Berikut adalah gejala lainnya Sindrom Guillain-Barré :

  • Kaki dan tangan tidak dapat bergerak dengan leluasa
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Penglihatan terganggu
  • Bernafas terasa berat
  • Sulit menelan makanan

Jenis bakteri yang juga bisa memicu sindrom Guillain-Barré adalah bakteri campylobacter yang sering ditemukan pada kasus keracunan makanan. Sedangkan dari golongan virus adalah virus Epstein-Barr, virus cytomegalovirus pada penyakit herpes, dan virus HIV. Sampai dengan saat ini, tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan Sindrom Guillain-Barré ini. Tetapi dapat dicoba dua jenis perawatan dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan atas Sindrom Guillain-Barré tersebut, yaitu :

1. Plasmapheresis

Perawatan ini untuk membersihkan darah dan menghapus bagian cairan darah (plasma) dan memisahkannya dari sel-sel darah yang sebenarnya. Plasmapheresis berkontribusi terhadap serangan sistem kekebalan pada saraf perifer.

2. Imunoglobulin intravena

Mengandung antibodi sehat dari donor darah. Dosis tinggi dapat memblokir antibodi yang merusak sindrom tersebut.

Karena sindrom Guillain-Barré merupakan penyakit autoimun, maka kondisi ini tidak bisa diturunkan secara genetik. Namun dengan adanya sebagian kasus sindrom Guillain-Barré yang terjadi setelah sebelumnya penderita mengalami sakit tenggorokan, pilek, atau flu. Karena hal tersebut, autoimun dapat disebabkan oleh bakteri atau virus penyebab kondisi-kondisi yang mendasari tersebut. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik tidak berdekatan dengan orang-orang yang sedang sakit, untuk mencegah virus-virus tersebut menular.

sumber: diolah dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: