Waspadai Risiko Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Scroll down to content

Bagi orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, duduk lama sepertinya sudah menjadi kebiasaan. Duduk lama di alat transportasi seperti bus, kereta dan kendaraan pribadi menjadi makanan sehari-hari.

Sebenarnya belum ada hasil penelitian yang secara pasti mengungkap berapa jam sebaiknya seseorang paling lama duduk. Tetapi penelitian menunjukkan, duduk terlalu lama dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit.

Berikut kondisi yang dapat dialami akibat terlalu banyak duduk seperti dikutip dari Alodokter.com.

Nyeri kronis
Duduk terlalu lama akan memengaruhi otot punggung dan pinggul, menyebabkan otot-otot tersebut menjadi pegal dan nyeri. Ditambah lagi, postur duduk yang tidak benar dapat menekan cakram pada tulang belakang yang menimbulkan nyeri menetap dalam jangka waktu lama (kronis).

Perut buncit
Duduk terlalu lama menyebabkan berkurangnya pelepasan molekul seperti lipoprotein lipase, yang mengolah lemak dan gula tubuh, serta lebih mungkin terkena sindrom metabolik. Ini alasan mengapa duduk terlalu lama bisa menyebabkan perut buncit dan bertambahnya berat badan.

Sakit punggung
Duduk terlalu lama berarti juga memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, otot punggung, dan leher. Menggunakan kursi ergonomis dapat membantu menjaga postur tubuh agar tetap nyaman. Meski demikian, tetap saja sebaiknya kamu tidak terlalu lama duduk, mengingat risiko lain yang dapat timbul.

Deep vein thrombosis (DVT)
Dapat diartikan sebagai trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena bagian dalam, umumnya terjadi pada area tungkai. Kondisi ini dapat menjadi serius jika gumpalan darah itu kemudian terlepas dan mengalir ke paru.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah tulang rapuh karena kualitas kepadatan tulang yang menurun, terutama pada usia lanjut. Hal ini dapat membuat seseorang sulit beraktivitas, bahkan aktivitas sederhana seperti mandi.

Atrofi otot
Kaki dan bokong yang jarang digerakkan dapat menyebabkan atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Jika otot lemah, kamu lebih berisiko cidera.

Kanker
Meski alasannya belum dapat dipastikan, tapi riset menemukan adanya keterkaitan antara duduk terlalu lama dalam jangka panjang dengan meningkatnya risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker kandung kemih atau kanker usus.

Diabetes
Duduk terlalu lama dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga pembakaran karbohidrat dan gula untuk energi menjadi terganggu.

Penyakit jantung
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), termasuk stroke.

Sumber :Alosehat.com

Foto :Hellosehat

%d blogger menyukai ini: