Mengenal Kasus Reynhard Sinaga dan Kenali Ciri-ciri Sosiopat

Scroll down to content

Beberapa hari ini, nama Reynhard Sinaga sudah menghebohkan jagad raya. Pria yang lahir di Jambi, 19 Februari 1983 ini adalah seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menyelesaikan studi Sosiologi di Manchester, Inggris disebut sebagai pemerkosa terbesar di Dunia. Bahkan di Inggris, kasus ini dikenal sebagai kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris. Dikutip dari Wikipedia, korban kekejian Reynhard sudah mencapai 130 korban dalam kurun waktu dua tahun semenjak 2015 sampai dengan 2017. Korban Reynard yakni pria heteroseksual yang sering berkeliaran di klub malam. Reynard membawa korbannya dengan iming-iming bermain di tempatnya, lalu memberikan obat bius dan memperkosa korbannya.

Akibat perbuatannya, Reynhard divonis hukuman seumur hidup di Pengadilan Manchester, Inggris. Detektif yang bertugas menginterogasi Reynhard menyebutkan bahwa Reynhard merupakan seorang Sosiopat dengan sosok yang lembut dan rapi. Lalu, apa itu sebenarnya sosiopat? Sosiopat merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian seperti anti sosial, sering melanggar peraturan dan tidak merasa bersalah atas kerugian yang terjadi karena melanggar. Seorang Sosiopat dapat “mempermainkan pikiran” ketika berhadapan dengan orang lain, dan karenanya mereka dapat dianggap sebagai sosok yang menawan atau karismatik.

Penyebab sosiopat sampai dengan saat ini tidak diketahui. Mungkinfaktor genetik atau trauma pada masih kanak-kanak dapat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Waspadai orang sekitar kita yang merupakan Sosiopat, dengan mengenal tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Suka melanggar aturan secara konsisten sehingga merugikan pihak lain
  2. Suka melakukan kebohongan, dan berpura-pura baik untuk kepentingan pribadi
  3. Agresif dan tidak merasa bersalah atau menyesal jika melukai orang lain
  4. Mengendalikan orang disekitarnya dengan cara mengintimidasi
  5. Kecanduan minuman alkohol, atau narkoba

Pencegahan terhadap seorang Sosiopat belum dapat ditemukan caranya, namun peran keluarga sangat penting terhadap hal ini. Seperti pemberian kasih sayang terhadap anak, tidak mencontohkan kekerasan di depan anak sehingga anak tumbuh dengan kondisi baik secara mental. Hal ini dapat mengurangi resiko seseorang menjadi sosiopat. Berhati-hatilah dan selalu waspada jika kamu bertemu dengan seseorang yang ciri-cirinya sama dengan yang disebutkan diatas, atau ajaklah mereka untuk segera berkonsultasi dengan dokter yang bersangkutan untuk dilakukan konseling atau terapi.

 

Photo by Google

%d blogger menyukai ini: