Waspadai Penyakit Oklusi Ureter

Scroll down to content

Beberapa dari kita sering menunda-nunda buang air kecil dengan alasan sibuk atau sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Hal itu bisa berdampak pada gangguan saluran ureter.

Bahkan, bisa menggangu fungsi ginjal jika sering menunda buang air kecil. Namun gangguan saluran ureter juga bisa diakibatkan oleh banyak faktor, seperti dikutip dari docdoc.com

Saluran ureter adalah sebuah saluran panjang yang terbentuk dari otot dengan fungsi sebagai jalan keluar untuk urin. Saluran ini memungkinkan urin mengalir dari ginjal ke kandung kemih.

Oklusi ureter berarti tersumbat saluran ureter. Sehingga, urin tidak dapat mengalir keluar dari tubuh. Akibatnya, urin malah menumpuk dan dapat menyebabkan ginjal membengkak. Jika dibiarkan kondisi ini berbahaya, sebab meningkatkan risiko kerusakan ginjal permanen.

Saluran ureter memiliki dinding tebal. Diameternya kurang lebih sama dari atas ke bawah. Namun, beberapa bagian dari saluran tersebut lebih rentan terhadap penyumbatan. Di antaranya, bagian yang melintasi lubang masuk panggul dan bagian dekat kandung kemih.

Oklusi ureter sering terjadi dan bisa diobati dengan menghilangkan sumbatan ureter untuk mengembalikan aliran normal urin. Karena kondisinya yang mudah diobati, komplikasi parah sangat jarang terjadi pada penyakit ini.

Penyebab Oklusi Ureter
Saluran ureter bisa tersumbat karena sejumlah alasan. Permasalahannya bisa dimulai di dalam ureter atau saluran ureter juga bisa menyempit saat tertekan oleh organ di sekitarnya.

Beberapa alasan tersumbatnya saluran ureter adalah:

  • Batu ginjal dan bekuan darah
    Tergantung pada ukurannya, kedua hal ini dapat menyumbat sebagian atau seluruh saluran ureter.
  • Prosedur medis tertentu
    Di antaranya prosedur transplantasi ginjal dan pengobatan kanker di daerah sekitar saluran ureter.
  • Gangguan bawaan
    Seseorang dapat dilahirkan dengan dua ureter di ginjal yang sama. Umumnya, ureter pertama bekerja dengan baik. Sementara, ureter kedua mungkin berkembang sebagian. Jika hal demikian terjadi, ureter kedua cenderung menjadi masalah.
  • Tumor
    Pertumbuhan abnormal di sekitar saluran dapat menekan ureter. Efek yang sama bisa disebabkan oleh kehamilan dan ketika organ perut mengalami peradangan.
    Endometriosis Kondisi di mana jaringan yang sering ditemukan di rahim juga tumbuh di kandung kemih. Hal ini dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di sekitar ureter.
  • Sembelit parah
    Dalam kasus yang sangat jarang, sembelit yang parah dan kronis bisa menyebabkan tersumbatnya ureter.
  • Pembengkakan Dinding Ureter

Gejala Utama Oklusi Ureter

Tanda pertama dari penyakit ini adalah rasa sakit dan ketidakmampuan pasien untuk benar-benar mengosongkan kandung kemihnya. Hal tersebut sering menyebabkan Infeksi Saluran Kemih kronis (ISK). Selain itu, penyakit ini mungkin membuat darah dalam muncul dalam urin.

Tingkat keparahan gejala penyakti ini tergantung pada tingkat penyumbatan yang terjadi dan juga tergantung pada apakah hanya satu atau kedua ureter yang terpengaruh. Apabila pasien dengan penyakit ini tidak segera mencari pengobatan, maka kondisinya bisa berlanjut dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Sumber :Docdoc.com

Foto : Klikdokter.com

%d blogger menyukai ini: