Mengenal MER-C, Organisasi Kemanusiaan di Bidang Kegawatdaruratan Medis

Scroll down to content

Mer-C atau yang biasa dikenal dengan Medical Emergency Rescue Committee merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis. Mer-C berbasis di Jakarta dan sudah mulai merambah ke berbagai daerah. Terdapat 6 perwakilan Mer-C di dalam negeri, 1 cabang berada di Jerman dan 1 cabang berada di Gaza, Palestina. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia atas dasar inisiatif untuk membantu melakukan tindakan medis korban konflik di Maluku yang terjadi pada tahun 1999. Salah satu pendiri Mer-C adalah Alm. Dr Jozerizal Jurnalis, SpOT. Sayangnya, Dokter kelahiran 11 Mei 1963 ini baru saja tutup usia pada Senin, 20 Januari 2020 di usianya yang ke 56 tahun.

Dokter Joserizal merupakan seorang dokter yang mengeyam penddidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sejak tahun 1988. MER-C yang semula hanya berbasis di Jakarta, kini jiwanya Organisasi Mer-C ini bertujuan untuk memberikan pelayanan medis akibat konflik. Konflik tersebut misalnya karena adanya korban perang, kekerasan akibat kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Dalam menjalani organisasi ini, Mer-C memberikan pertolongan dengan sangat proffesional dan tidak memihak. Pertolongan diberikan kepada semua makhluk baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, kebangsaan, etnis, golongan, politik, profesi, dan sebagainya.

Ada kalanya, ketika terjadi konflik, pertolongan yang diberikan untuk kedua belah pihak yang bertikai tidak adil dan tidak merata. Tindakan proffesionalitas inilah yang dijadikan pedoman bagi anggota Mer-C, yaitu menolong secara netral, adil dan merata. Terkadang, kondisi juga dipengaruhi oleh mobilitas tenaga medis ke daerah kerusuhan atau konflik yang kurang. Faktor-faktor tersebut berakibat pada penanganan korban yang tidak optimal. Maka dari itu, terbentuklah Mer-C dimana organisasi yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis ini mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan memiliki mobilitas tinggi.

Dihimpun dari website resmi Mer-C, sampai dengan saat ini, Mer-C sudah mengirimkan lebih dari 124 misi kemanusiaan ke berbagai daerah di tanah air termasuk misi-misi ke Afghanistan, Irak, Iran Thailand, Kashmir Pakistan, Libanon Selatan, Sudan, Somalia, Palestina, dan Gaza. Seiring dengan petumbuhan cabang-cabang, semoga kualitas dalam membantu umat dapat lebih ditingkatkan.

%d blogger menyukai ini: