Di Indonesia, produk kosmetik dan perawatan yang menjanjikan kulit putih lebih cepat banyak diburu. Sekarang yang sedang menjadi tren adalah suntik putih.

Namun sebelum Anda menjajalnya, baiknya Anda pahami dulu manfaat dan efek sampingnya. Apalagi jika tidak mendapatkan pengawasan dari dokter kecantikan.

Secara umum, suntik putih yang dapat mencerahkan kulit belum dapat dipastikan keamanannya. Produk serta metode pemutihan kulit yang dilakukan dengan suntikan cairan khusus ke pembuluh darah ini, dianggap berisiko menyebabkan infeksi hingga cedera yang lebih serius.

Komposisi Cairan yang Digunakan untuk Suntik Putih
Cairan ini mengandung vitamin C dan kerap dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya, seperti glutathione atau kolagen.

Waspadai Pengunaan Dosis
Ketiga zat yang dipakai untuk suntik putih memiliki manfaat tersendiri untuk kulit, apalagi dua di antaranya diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, dosis penggunaan yang terlalu besar akan menimbulkan berbagai masalah.

Padahal tiap harinya, tubuh orang dewasa hanya memerlukan asupan vitamin C sebanyak 40 mg. Jadi, jika tiba-tiba ada asupan lebih dari 1000 mg dalam tubuh, bisa memberikan efek negatif seperti sakit kepala, sakit perut, mual, insomnia, diare, perut kembung, dan batu ginjal. Itu sebabnya, suntik vitamin C dosis tinggi, harus melalui pengawasan dokter.

Penggunaan gluthatione dalam dosis tinggi, terutama melalui metode suntikan bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Pilih dokter yang kompeten
Ini faktor terpenting ketika Anda memutuskan untuk melakukan suntik putih. Hanya dokter profesional terlatih yang boleh melakukan suntik ini. Jadi hindari mempercayakan tubuh Anda disuntik oleh pekerja salon kecantikan yang kerap menyediakan paket suntik putih, terlebih dengan harga murah.

Sumber : Alodokter.com

Foto : excellentlab.eu

%d blogger menyukai ini: