Waspadai Penyakit Diabetes Bisa Berdampak Stroke

Scroll down to content

Penyakit diabetes yang ditandai dengan tinggi kadar gula darah bisa mengakibatkan penyakit lanjutan seperti stroke dan jantung. Menurut American Diabetes Association, orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena stroke.

Dikutip dari laman Alodokter.com, diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terganggu sehingga terjadilah penyakit stroke.

Risiko terjadinya penyakit stroke akan meningkat jika penderita sudah berusia di atas 50 tahun, memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, jarang berolahraga, mengalami obesitas, serta memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi.

Gejala Stroke pada Penderita Diabetes
Ketika terkena stroke, penderita diabetes akan mengalami gejala berupa:

  • Wajah tampak turun pada satu sisi
  • Kelemahan pada satu sisi anggota gerak
  • Kesulitan berbicara

Selain itu, keluhan lain yang sering timbul ketika seseorang mengalami stroke adalah gangguan kesadaran, sakit kepala yang berat, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, dan mengompol akibat inkontinensia urine.

Inkontinensia urine pada penderita stroke terjadi karena adanya kelemahan pada otot-otot yang berfungsi untuk menahan urine.

Golden period atau waktu emas penanganan stroke adalah 6 jam setelah serangan atau gejalanya muncul. Deteksi dan penanganan yang cepat dan tepat akan menentukan kondisi pasien dan menurunkan risiko komplikasi yang mungkin muncul ke depannya.

Berikut ini adalah pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika terdapat orang atau keluarga di sekitar Anda mengalami gejala stroke:

  • Segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
  • Pastikan orang yang mengalami stroke berada dalam posisi yang aman dan nyaman.
  • Apabila penderita mengalami kesulitan bernapas, longgarkan pakaian atau apa pun yang mengganggunya bernapas, misalnya dasi atau syal.
  • Hindari memberikan makanan, minuman, atau obat apa pun, hingga dokter menyarankan sebaliknya.
  • Apabila muncul gejala kesulitan untuk menelan, miringkan posisi mereka.

Sumber :Alodokter.com

Foto : Medical News Today

%d blogger menyukai ini: