Dampak Penggunaan Plastik Yang Seringkali di Remehkan

Scroll down to content

Siapa yang tidak suka mie instan? Mie instan adalah makanan favorit yang dikonsumsi oleh seluruh golongan di dunia. Mie instan menjadi favorit apalagi di hidangkan di cuaca dingin dengan ditemani semangkok bakso. Siapa yang tidak pernah mengkonsumsi mie instan dan bakso? Pastinya Insan Peduli sudah pernah mencobanya, kan? Nah, belum lama ini, Ibukota sempat diviralkan oleh video amatir tukang bakso yang merebus mie instan lengkap dengan bungkusnya di air mendidih. Tindakan tersebut sempat menuai kritik dari para netizen ibukota. Pasalnya, cara yang dilakukan ini dinilai tidaklah lazim. Mengapa para tukang bakso ini melakukan hal tersebut? Alasannya, agar praktis dan tidak berantakan.

Bungkus mie instan terbuat dari plastik PP5 yang tahan panas hingga 140 derajat celcius. Meski demikan, tetap saja hal ini tidak diperkenankan untuk direbus bersamaan dengan bungkusnya. Bungkus mie instan mengandung zat pewarna yang dapat memicu resiko terhadap kesehatan, dan jika dikonsumsi dengan cara yang salah dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan kanker. Sebenarnya kasus seperti ini tidak asing lagi kita temukan. Hal lainnya yang serupa seperti merebus nasi yang dijadikan lontong dalam plastik, atau menggunakan plastik untuk membungkus kuah yang panas sering kali terjadi di sekitar kita. Tetapi hal ini dianggap lumrah, karena tidak berdampak apapun terhadap tubuh. Padahal, hal ini justru sangat membahayakan jika partikel plastik tersebut sudah masuk ke dalam tubuh manusia.

Lalu, bagaimanakah penggunaan plastik yang tepat untuk pangan? Berikut merupakan jenis-jenis plastik yang harus diketahui agar aman untuk kesehatan, dengan mencermati kode yang tertera pada setiap jenis plastik.

  • PET 1 / Polythylene Terephthalate

Merupakan plastik yang boleh digunakan di atas suhu lebih dari 60º C. Wadah ini biasa digunakan untuk botol kemasan air mineral atau botol wadah minyak.

  • HDPE 2 / High Density Polythylene

Plastik ini akan melunak pada suhu 75º C. Wadah ini cocok untuk wadah es krim, susu cair atau jus botolan.

  • PVC 3 / Polyvinyl Chloride

Plastik berjenis ini tidak dapat digunanakan untuk wadah yang berlemak atau berminyak, panas, mengandung alkohol. Biasanya digunakan untuk wadah botol kecap atau botol sambal.

  • LDPE 4 / Low Density Polythylene

Plastik berjenis ini sama sekali tidak diperuntukkan untuk pangan. Plastik ini digunakan untuk kantong kresek atau plastik tipis kedap udara. Karena plastik ini dibuat dari daur ulang plastik.

  • PP 5 / Polypropylene

Plastik ini akan melunak di suhu 140º C. Biasanya plastik berjenis ini digunakan untuk sedotan, wadah pangan (seperti bungkus mie instan).

Nah, setelah mengetahui ini, kita sebagai pengguna plastik harus cerdas dalam menggunakan plastik. Pada kenyataannya, setiap menggunakan plastik memang tidak memungkinkan untuk mengukur suhu yang tepat. Maka dari itu, yang terpenting adalah kita harus menyadari dampak jangka panjang terhadap kesehatan jika kita menggunakan plastik dengan cara yang salah. Yuk, kita biasakan budaya hidup sehat. Jangan lupa sesama Insan Peduli untuk sama-sama membantu teman kita yang membutuhkan dengan mengunjungi platform https://pedulisehat.id

Photo by Google

%d blogger menyukai ini: