Sering Menggunakan Heels, Waspadai Pergeseran Pada Tulang Kaki

Scroll down to content

Menjadi cantik itu tidak mudah. Untuk menunjang penampilan, banyak yang harus dilakukan. Khususnya untuk para wanita, mulai dari penampilan rambut, gaya berpakaian, aksesoris yang digunakan, mode tas terkini,  sampai dengan pemakaian heels atau sepatu hak tinggi. Pemakaian heels biasanya dilakukan agar penampilan yang sudah cantik tersebut menjadi lebih sempurna. Karena alasan penampilan, banyak wanita yang rela memakai heels yang tinggi selama berjam-jam. Pemakaian heels dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan pegal-pegal dan nyeri. Bukan hanya itu saja, melainkan ada dampak lain yang harus diketahui jika terlalu banyak atau terlalu lama menggunakan heels.

Sering menggunakan heels dapat mengakibatkan perubahan pada tulang kaki. Apalagi jika heels yang digunakan agak sempit atau tidak sesuai. Misalnya kaki wanita yang agak lebar tetapi menggunakan heels yang ujungnya lancip. Nah penggunaan heels yang seperti ini yang dikatakan tidak sesuai. Biasanya perubahan pada tulang tersebut terjadi di samping ibu jari kaki, ada tonjolan sebesar kelereng dan jika diabaikan maka bisa semakin membesar. Tidak hanya di dekat ibu jari kaki saja, tetapi perubahan tulang juga terjadi di tengah jari tengah kaki dan jari manis kaki. Nah keanehan pada tulang karena heels tersebut tidak dapat dioperasi loh! Makanya kita harus pandai dalam menggunakan heels.

Selain timbulnya tonjolan pada ibu jari kaki,  pemakaian heels berlebih juga bisa menyebabkan kapalan. Hal ini karena ketika menggunakan heels, tumpuan kaki berasa di depan semua. Sama seperti ketika kita sedang jinjit, tumpuan kaki berada di paling depan ibu jari. Nah, hal ini dapat menyebabkan kaki kapalan dan dapat mengakibatkan kerusakan saraf. Ciri-ciri mulai terjadi kerusakan saraf adalah ketika menggunakan heels, kaki terasa panas dan kesemutan. Nah, kalau sudah merasakan gejala ini, ada baiknya lebih hati-hati yah, ladies! Tidak hanya kesemutan pada bagian bawah kaki, tetapi betis menjadi lebih kencang, tulang punggung sampai ke leher atau bahu terasa pegal. Hal ini karena kaki berusaha menopang badan secara keseluruhan. Wah, ternyata dampaknya banyak yah!

Terlebih untuk wanita yang mempunyai berat badan berlebih, tidak dianjurkan menggunakan heels dalam jangka waktu yang lama. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya pergeseran tulang lutut dan lama-kelaman dapat menjadi pengapuran. Nah, kalau sudah pengapuran, biaya berobatnya bisa lebih banyak daripada biaya membeli heels, serem kan? Untuk mengatasi dampak-dampak karena terlalu banyak menggunakan heels, kita bisa mengakalinya dengan tidak menggunakan heels yang ujungnya tajam, atau gunakan wedges sehingga beban yang ada ditumpuan kaki menyebar merata tidak di satu titik tertentu. Selain itu, pemilihan heels yang berkualitas tentunya menjadi poin utama. Dampak lainnya adalah kaki akan terasa sering kapalan dan kering. Hal ini terjadi karena di bantalan kaki atau tumit kita tidak terdapat kelenjar minyak, sehingga mudah terjadi kapalan atau kering.

Cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan petroleum jelly atau krim pelempap sebelum tidur dan dilapisi dengan kaos kaki, agar setelah bangun pagi, agar kelembapan kaki tetap terjaga. Biasakan untuk relaksasi pada kaki dengan merendam kaki di air hangat agar otot kaki lebih nyaman dan peredaran darah di sekitar kaki menjadi lancar. Dehidrasi juga menjadi salah satu pemicu kaki pecah-pecah. Maka dari itu, biasakan untuk banyak minum air putih atau konsumsi buah supaya tubuh cukup cairan. Nah, untuk kamu yang sering pakai heels, mungkin cara tersebut bisa dipraktekkan dirumah yah! Selamat mencoba!

 

photo by shutterstock

%d blogger menyukai ini: