Praktis, 4 Cara Ini Membantu Mengatasi Bau Mulut Saat Hamil

Scroll down to content

Apabila Anda memasuki usia kehamilan trimester ketiga, sebagian ibu hamil ada yang masih bermasalah terhadap bau mulut. Kondisi kehamilan yang tidak dapat diprediksi seringkali mengalami rasa mual atau muntah di sepanjang hari. Makanan yang keluar sudah bercampur dengan asam lambung, sehingga enzim pencernaan membuat kondisi bau mulut menjadi kurang sedap.

Namun, kondisi Anda yang terlalu memikirkan kandungan membuat kebersihan mulut menjadi terabaikan. Padahal saat muntah, sebaiknya harus cepat berkumur dan menyikat gigi agar aroma mulut tetap terjaga.

Untuk Anda yang masih bingung dalam mengatasi kondisi bau mulut ini. Berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com yang bisa membantu dalam mengatasi permasalahan bau mulut selama menjalani masa kehamilan.

1. Tetap melakukan perawatan gigi
Perawatan gigi selama masa kehamilan itu sangat diperlukan dan tidak boleh ditinggalkan. Hal ini membantu dalam mengatasi bau mulut.
Usahakan selalu rajin merawat gigi, setidaknya menyikat gigi dua kali dalam sehari.

Sikat gigilah setiap pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Selain itu, dianjurkan juga untuk melakukan pemeriksaan gigi secara berkala selama hamil.

Pemeriksaan gigi ini bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Saat datang ke dokter gigi, setidaknya dapat membantu dalam mengecek seberapa baik kondisi kesehatan gigi pada mulut.

2. Meningkatkan konsumsi kalsium selama hamil
Bau mulut saat sedang hamil bisa dipicu karena terjadinya defisiensi kalsium. Bila kalsium di dalam tubuh tidak memenuhi kadar yang cukup, maka tubuh akan otomatis mengambil berbagai persediaan kalsium yang berada pada tulang dan juga gigi.

Kondisi seperti inilah yang membuat bau mulut menjadi kurang sedap karena terjadinya kerusakan pada gigi.

Anda tidak perlu khawatir dan bingung terhadap sumber makanan serta minuman yang kaya akan kalsium. Anda bisa mendapatkannya di dalam yoghurt, keju, susu, olahan kedelai seperti tahu dan tempe.

Sayuran hijau juga bisa memberikan nutrisi kalsium yang baik untuk tubuh. Pilihlah sayuran hijau seperti brokoli, bayam, kale hingga katuk dalam mengatasi bau mulut selama kehamilan.

Selain membantu mengatasi bau mulut akibat defisiensi kalsium. Tubuh yang mendapatkan asupan cukup dari kalsium dapat membantu pembentukan tulang dan otot menjadi lebih kuat. Detak jantung si Kecil juga terbantu menjadi lebih stabil dan sarafnya berfungsi sempurna.

3. Rutin mengonsumsi air putih
Penyebab lain dari bau mulut saat masa kehamilan bisa dikarenakan karena dehidrasi.

Dehidrasi akibat kekurangan asupan air putih dapat menyebabkan mulut menjadi lebih kering atau sering disebut dengan xerostomia. Xerostomia bisa terjadi bila adanya penurunan jumlah air liur yang dapat menurunkan kemampuan rongga mulut sebagai pembersih alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

Anda dianjurkan untuk memperbanyak asupan air putih serta gizi sesuai kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Mineral juga bisa bisa didapatkan saat mengonsumsi buah dan sayuran. Jumlah air putih yang perlu diminum setidaknya minimal dua liter setiap hari agar terhindar dari dehidrasi.

4. Tetap menjalani pola hidup sehat
Pola hidup yang kurang sehat juga dapat memengaruhi mulut berbau tidak sedap. Pola hidup sehat bisa didapatkan dari cara memerhatikan pola dan menu makanan setiap hari, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meninggalkan zat di dalam mulut.

Kurangi juga kebiasaan memakan makanan bercita rasa pedas, bawang putih, bawang merah hingga kopi berlebihan karena dapat menyebabkan bau mulut. Intinya mulai harus memerhatikan pola hidup yang sehat ya!

Sumber : Popmama.com
Foto : Hellosehat

%d blogger menyukai ini: