Popok Kain Cuci Ulang, Tren Terbaru Para Orangtua Milenial

Scroll down to content

Pemakaian popok pada bayi biasanya sudah dimulai ketika bayi tersebut baru lahir sampai dengan usia 2 tahun bahkan lebih. Popok yang kebanyakan digunakan oleh para orangtua pun merupakan popok sekali pakai. Popok sekali pakai adalah berbahan dasar dari plastik. Plastik merupakan salah satu bahan yang paling sulit diurai. Ketika bahan tersebut tidak dapat diurai maka lama-kelamaan bahan tersebut akan menumpuk dan menjadi sampai kemudian berujung pada kerusakan lingkungan. Popok sekali pakai dapat menyebabkan rusaknya lingkungan hidup. Salah satu cara untuk menggunakan popok tetapi tidak merusak lingkungan hidup adalah dengan menggunakan popok kain cuci ulang. Penggunaan popok kain cuci ulang, bukan pertama kalinya eksis di dunia. Popok ini sudah ada dan sudah digunakan dari puluhan tahun yang lalu.

Namun, popok kain cuci ulang ini terus berinovasi seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan jaman. Penggunaan kain pun dipilih adalah kain yang nyaman, aman dan awet untuk digunakan terus menerus, bahkan tetap awet setelah pencucian berkali-kali. Popok kain cuci ulang ini memiliki berbagai macam ukuran dan motif yang berbeda beda pula. Dikutip dari Badan Lingkungan Hidup di Inggris, pemakaian popok sekali pakai terhitung sebanyak kurang lebih delapan juta popok yang terbuang setiap harinya. Rata-rata penggunaan popok untuk bayi membutuhkan sekitar 4000 popok sebelum para bayi bisa dilatih mandiri menggunakan toilet. Perubahan pada gaya hidup pun telah berubah, orangtua yang lebih memilih bahan cuci ulang semakin hari semakin meningkat jumlahnya.

Selain dapat menjaga lingkungan dalam jangka waktu yang panjang, popok kain cuci ulang ini juga dapat menghemat pengeluaran, karena biayanya jauh lebih murah daripada popok sekali pakai. Dikutip dari Media Kompas TV, menurut asosiasi perdagangan di Inggris, popok kain cuci ulang ini telah memperkirakan bahwa peralihan total dari popok sekali pakai menjadi popok kain cuci ulang dapat menyelamatkan keuangan keluarga antara lima juta sampai dengan sembilan juta rupiah selama dua tahun pertama usia bayi. Untuk membeli persediaan popok kain cuci ulang ini, para orangtua harus menyiapkan dana yang lumayan di awal. Hal ini dilakukan karena  penggunaan popok pada bayi baru lahir tentunya juga banyak jika harus diganti dalam waktu dua jam sekali dan membutuhkan beberapa persediaan tambahan.

Popok kain cuci ulang ini bisa digunakan turun menurun dari anak pertama mungkin sampai dengan anak kedua atau ketiga, tentunya penghematan yang dilakukan juga jauh lebih besar. Di Inggris, para orangtua tidak perlu khawatir mengenai cocok atau tidaknya penggunaan popok cuci ulang ini, karena penduduk Inggris mempunyai perpustakaan popok. Cara kerja perpustakaan popok juga sama seperti perpustakaan buku pada umumnya. Para orangtua datang untuk meminjam sejumlah popok untuk dicoba, dari segala macam ukuran merek, lalu membawanya pulang, dan mengembalikannya kembali sesuai jadwal. Dalam mendukung pemakaian popok kain ini, pemerintah Inggris juga memberikan potongan harga bagi para orangtua yang membeli popok kain cuci ulang ini. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai salah satu langkah untuk mendukung perekonomian negara. Masa depan bumi akan lebih baik jika setiap orang berkontribusi terhadap lingkungan hidup.

 

Photo by Google

%d blogger menyukai ini: