Benzodiazepine – Jenis Narkoba Yang Sering Disalahgunakan

Scroll down to content

Narkoba merupakan narkotika yang memiliki zat adiktif dan senyawa-senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan pada penggunanya. Sebenarnya narkoba mempunyai senyawa yang dikenal dengan senyawa psikotropika yang biasanya digunakan untuk membius pasien yang hendak dioperasi atau untuk penyakit tertentu. Karena hal ini, terkadang ada saja orang yang salah menggunakannya sehingga menyebabkan kecanduan. Saat ini penggunaan narkoba sudah merajalela, bahkan pengedar-pengedar pun banyak berasal dari negara lain. Tentunya dalam hal ini, polisi bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menindak tegas siapapun yang menggunakan obat-obatan terlarang ini.

Salah satu jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah Benzodiazepeni, salah satu jenis yang termasuk dalam Psikotorpika. Baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan penggunaan narkoba oleh kalangan selebgram atau selebriti, dengan jenis Benzodiazepeni. Narkoba golongan Benzodiasepeni bersifat untuk menenangkan tubuh dan melemaskan otot. Biasanya yang mengkonsumsi narkoba jenis Benzo pasti memiliki masalah psikologis seperti gangguan kecemasan, tekanan sosial, sulit tidur atau insomnia. Benzodiazepeni bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan mempengaruhi proses pengiriman sinyal di dalam otak. Ketika seseorang merasa sangat cemas sehingga menimbulkan kekacauan seperti teriak histeris, maka diperlukan Benzodiazepeni untuk mengirimkan sinyal “tenang” ke dalam otak sehingga orang tersebut bisa kembali rileks dalam keadaan normal.

Benzodiazepeni ini tidak sembarangan bisa dimiliki, karena harus ditebus menggunakan resep dokter. Bilamana ada seseorang yang mengkonsumsinya dalam dosis yang tinggi secara terus-menerus dan tidak mengikuti petunjuk penggunaan oleh dokter, inilah yang mengakibatkan seseorang bisa mengalami kecanduan. Penyalahgunaan Benzodiasepeni sangat beresiko terhadap efek samping yang mungkin terjadi pada tubuh. Efek samping yang mungkin terjadi pada saat itu adalah tubuh gemetar, pusing, rasa kantuk yang hebat, berjalan tidak seimbang, depresi, dan tidak percaya diri. Kecanduan yang parah terjadi bila tubuh terasa lebih cemas dari biasanya, bahkan jika parah dapat terjadi kejang-kejang sampai terkapar atau halusinasi yang kuat. Dampaknya akan menggangu kinerja fungsi otot pernapasan. Kerja paru-paru terasa berat  sehingga sulit untuk mengembang dan mengempis, kemudian berujung pada kematian.

Photo by Google

%d blogger menyukai ini: