Kenali Perilaku Orientasi Seksual Menyimpang

Scroll down to content

Orientasi seksual menyimpang adalah ketika terjadi ketertarikan secara emosional dan seksual kepada jenis kelamin tertentu. Seseorang yang mengalami orientasi sesksual menyimpang ini biasanya dikarenakan oleh gangguan psikologis, kelainan gen atau kromosom. Kelainan orientasi ini bisa juga dikenal dengan LBGT alias Lesbian Gay Biseksual Transgender. Lesbian merupakan kasus dimana perempuan menyukai sesama perempuan. Berbeda dengan lesbi, gay adalah perilaku menyimpang dimana laki-laki menyukai sesamanya. Biseksual merupakan perpaduan antara lesbi dan gay, karena mereka dapat tertarik kepada sesama perempuan atau sesama laki-laki. Transgender sendiri merupakan perubahan seksual tanpa adanya perubahan organ intim. Jika sampai seorang transgender memutuskan untuk mengganti organ intimnya, maka orang itu disebut dengan Transeksual.

Kasus LGBT marak terjadi hampir di seluruh negara bagian di dunia. Indonesia sendiri sangat menolak keras LGBT karena dinilai menyimpang dari norma agama. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang dapat memiliki perilaku orientasi seks menyimpang tersebut? Faktor Genetik terjadi karena ada riwayat keturunan dari anggota keluarga sebelumnya. Naluri orientasi seksual ini berkembang pada saat pubertas. Pergaulan yang terlalu bebas dan salah pergaulan menjadi salah satu kunci penyebab terjadinya orientasi seksual ini. Maka dari itu, penting untuk memilih lingkungan pertemanan yang sehat, karena faktor pengaruh dari teman besar pengaruhnya. Selain faktor pertemenan, faktor lingkungan juga harus menjadi pertimbangan. Tidak hanya itu, kekerasan dalam rumah tangga bisa menjadi pemicu kelainan orientasi seksual. Keharmonisan dalam keluarga sangat penting untuk pertumbuhan anak. Peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak sangat diperlukan.

LGBT tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan pendidikan. Dampak buruk terhadap kesehatan bisa terjadinya kanker dubur, HIV/Aids, dan meningitis atau infeksi mikroroganisme. Dampak pada pendidikan adalah seorang LGBT tidak akan melanjutkan sekolah karena kebanyakan LGBT akan ditolak oleh lingkungan sekitarnya. Dampak LGBT sebetulnya sangat mengerikan, maka dari itu perlu upaya untuk menyembuhkan penderita LGBT dengan cara penyuluhan atau konseling secara konsisten dengan psikolog dan menjaga pergaulan sekitar. Diharapkan dengan cara ini dapat terobati dan tidak tersebar lebih luas lagi. LGBT tidak dapat disepelekan karena merupakan masalah kejiwaan yang serius yang perlu diobati.

%d blogger menyukai ini: