Banjir Berujung Ricuh di Area Jakarta Garden City

Scroll down to content

Akibat hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (25/02/2020) PT PLN (Persero) terpaksa melakukan pemadaman listrik. PT PLN memadamkan listrik di sejumlah wilayah yang terendam banjir khususnya di Jakarta dan Bekasi. General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan bahwa terdapat 326 gardu listrik yang dilakukan pemadaman sementara akibat banjir yang terjadi. Pemadaman listrik ini dilakukan untuk menjaga keselamatan warga yang mengalami kebanjiran dirumahnya agar aliran listrik tidak membahayakan jiwa. Seluruh warga dihimbau untuk mematikan listrik dari Circuit Breaker dan mencabut seluruh peralatan listrik yang tersambung dengan stop kontak, dan memindahkan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih aman dari air banjir.

Akibat hujan deras yang turun mengguyur Jabodetabek hingga Selasa pagi dini hari, beberapa titik di wilayah Jakarta lumpuh. Akibatnya, banyak sekolah, perkantoran swasta maupun pemerintah diliburkan sementara waktu karena akses menuju lokasi tidak dapat dilewati karena tingginya air. Beberapa lokasi yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran, tahun ini mengalaminya pertama kali. Sebut saja, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang mengalami kerugian karena alat-alat radiologi terendam banjir. Tidak hanya RSCM, kantor BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) pun terkena imbas kebanjiran untuk pertama kalinya.

Tidak hanya di Jakarta, Kota Bekasi diguyur hujan termasuk Perumahan Harapan Indah (Perum HI) dengan intensitas yang sangat besar. Akibatnya, empat Rukun Warga (RW) meliputi RW16, RW17, RW18, dan RW19 di Perum Harapan Indah tenggelam setinggi 150 cm. Hal ini menimbulkan adanya korban jiwa juga kerugian secara materiil maupun imateriil. Hal ini diduga karena buruknya sistem drainase di perumahan Harapan Indah sehingga mengakibatkan waktu surut air banjir lama. Tidak hanya Perum Harapan Indah, Kompleks Perumahan Jakarta Garden City (JGC) pun menjadi bulan-bulanan warga yang mengamuk.

Demo warga Cakung menuntut kantor pengelola JGC yang dianggap menjadi penyebab rumah mereka banjir. Warga mengamuk dan menghancurkan sejumlah kaca di kantor pengelola JGC. Tidak hanya di kantor pengelola, bahkan Aeon Mall Cakung JGC turut menjadi korban dari kejadian ini sebagai bentuk dari protes massa. Sampai dengan berita ini diturunkan, pasukan gabungan TNI sudah bersiap siaga di lokasi sebanyak 1 SST. Hal ini dikarenakan, adanya tanggul yang membatasi permukiman warga dengan kompleks JGC yang dinilai menjadi penyebab utama kebanjiran.

Wah..wah, sepertinya banjir tahun ini terasa lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya yah? Untuk seluruh warga yang mengalami kebanjiran, tetap stay safe dan sebelum berpergian terus pantau area-area banjir yah, agar tidak terjebak di tengah jalan.

 

sumber: diolah dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: