Rokok dan Alkohol Menjadi Pemicu Timbulnya Kanker Nasofaring

Scroll down to content

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Karsinoma adalah kanker yang berasal dari sel-sel epitel dinding dalam dan luar nasofaring. Nasofaring adalah bagian atas tenggorokan (faring) yang terletak di belakangan hidung. Nasofaring berbentuk seperti sebuah kotak berongga dan terletak di bagian lunak atap mulut (soft palate) dan terletak di belakang hidung. Menurut American Cancer Society, Karsinoma Nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang paling sering tumbuh di daerah nasofaring. Secara umum, kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit – langit rongga mulut.

Kanker nasofaring disebabkan oleh beberapa faktor etiologi seperti merokok, alkoholisme, genetik, polusi, asap pembakaran, konsumsi makanan yang dibakar, makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan, diasap, ataupun formalin dan adanya Epsteinbar Virus (EBV) atau virus yang bisa ditemukan di daerah nasofaring yang berhubungan langsung dengan kanker nasofaring. Pada penderita kanker nasofaring, gejala yang ditimbulkan dapat dibagi menjadi gejala awal dan gejala lanjut.

Gejala awal yang biasanya muncul antara lain :

  • Telinga berdenging, terasa penuh dan kemampuan pendengaran yang menurun.
  • Hidung penderita akan merasa tersumbat karena pilek yang kronik hingga terdapat lendir bercampur dengan darah.
  • Sakit kepala kronik
  • Mata juling (diplopia)
  • Nyeri wajah
  • Wajah kebas
  • Muncul benjolan pada leher yang semakin lama semakin membesar namun tidak menimbulkan nyeri.

Biasanya dokter akan melakukan tindakan biopsi dengan mengambil sampel dari benjolan di nasofaring untuk selanjutnya diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat seberapa perluasan kanker nasofaring tersebut. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat kanker nasofaring dapat berbeda-beda. Jika kanker yang diderita pasien semakin besar, akan membahayakan organ lain di dekatnya, seperti tulang, tenggorokan, dan otak.

Pengobatan kanker pada umumnya meliputi tindakan :

  1. Pembedahan, dengan metode transpalatal maupun transmaksiler paranasal.
  2. Operasi
  3. Radioterapi, dengan metode brakiterapi maupun teleterapi.
  4. Imunoterapi
  5. Pemberian obat-obatan sebagai pengobatan lanjutan setelah radiasi untuk pengobatan penderita karsinoma yang mengalami kekambuhan.

Penyebab karsinoma nasofaring memang belum sepenuhnya jelas, namun dapat dicegah dengan melakukan upaya-upaya seperti :

  • Menciptakan lingkungan hidup dan lingkungan kerja yang sehat dengan sirkulasi udara yang lancar.
  • Hindari polusi udara, seperti kontak dengan gas hasil zat-zat kimia, asap industri, asap kayu, asap rokok, asap minyak tanah dan polusi lain yang dapat mengaktifkan virus Epstein bar.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang diawetkan, makanan yang panas, atau makanan yang merangsang selaput lendir.

Oleh : Camelia Herdini, Sp.THT, M.Kes.

Photo by Lawankanker.org

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: