Suka Gampang Ruam? Mungkinkah Itu Immune Thrombocytopenic Purpura?

Scroll down to content

Immune Thrombocytopenic Purpura atau biasa disingkat ITP adalah gangguan darah golongan penyakit autoimun. ITP disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang trombosit sehat. Normalnya, dalam 1μl darah mengandung 140,000-440,000 trombosit. Jika kadar trombosit kurang dari 50.000 trombosit/µl, maka inilah tanda awal gejala ITP muncul. Siapa pun bisa terkena ITP, namun yang paling rentan ialah anak-anak usia 2-5 tahun serta orang dewasa usia 20-50 tahun. Perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

ITP memiliki gejala umum seperti perdarahan dan ruam kulit yang tampak seperti bintik-bintik merah, gusi berdarah, buang air besar yang disertai darah, menstruasi berkepanjangan, dan perdarahan dari hidung (mimisan). Jika kamu mengalami pendarahan dalam kurun waktu yang lama, dan tidak kunjung sembuh, sebaiknya langsung konsulasikan ke dokter. Orang-orang yang menderita ITP akan mengalami malfungsi pada sistem kekebalan tubuhnya sehingga mulai menyerang trombosit. Pada anak-anak yang terinfeksi virus misalnya gondok, campak, bahkan infeksi saluran pernapasan, rentan menyebabkan ITP, tetapi seiring waktu akan hilang dengan sendirinya.

Pada orang dewasa, ITP tersebar setelah adanya infeksi virus, terutama mereka yang mengidap HIV. Wanita dua kali lebih berisiko mengembangkan ITP daripada pria. Pengobatan pada ITP sendiri, tergantung pada tingkat keparahan penyakit itu sendiri.  Pada orang dewasa, obat yang umum digunakan adalah steroid. Jika steroid kurang efektif, obat lain seperti immunoglobulin dapat diberikan melalui injeksi ke dalam pembuluh darah. Jika langkah-langkah ini dirasa tidak efektif, kemungkinan limpa perlu diangkat. Beberapa orang dewasa dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi ITP adalah:

  • Batasi minuman beralkohol
  • Hindari obat yang dapat mengurangi trombosit seperti aspirin dan ibuprofen
  • Pilihlah aktivitas fisik yang ringan. 
  • Hindari olahraga atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan risiko cedera pendarahan.
  • Jika pernah menjalani operasi pengangkatan limpa, waspada terhadap gejala infeksi seperti demam.

diolah dari berbagai sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: