Wanita Berpeluang Besar Dapat Menderita Rematik Daripada Pria

Scroll down to content

Rematik atau yang dalam bahasa medis disebut dengan Rheumatoid Arthritis adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun. Rheumatoid Arthritis memengaruhi lapisan sendi, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Kondisi ini dapat menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi.  Bagian tubuh yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Sementara bagian tubuh yang jarang terkena seperti paru-paru, mata, jantung, pembuluh darah, kulit dan saraf. Rematik dapat memengaruhi kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas harian seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang. Peradangan sendi yang mengenai pinggul, lutut atau kaki dapat membuat sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri.

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit yang seringnya dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, penyakit ini juga bisa dialami oleh orang dewasa muda, remaja, dan bahkan anak-anak.  Wanita diketahui 2-3 kali lebih berisiko mengalami rematik dibanding pria. Gejala paling khas dari rheumatoid arthritis adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang biasanya memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh. Rematik tahap awal cenderung memengaruhi sendi kecil Anda terlebih dahulu, terutama sendi yang menempelkan jari-jari ke tangan dan kaki Anda. 

Seiring perkembangnya penyakit, gejala sering menyebar ke pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu. Dalam kebanyakan kasus, gejala terjadi pada persendian yang sama di kedua sisi tubuh Anda. Tanda-tanda dan gejala-gejala rematik dapat bervariasi, parahnya dapat menyebabkan persendian rusak dan bergeser keluar dari tempatnya.  

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rheumatoid arthritis adalah:

  • Wanita berisiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria. 
  • Rematik dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada usia 40 sampai 60 tahun.
  • Jika orangtua, saudara kandung, paman, bibi, atau kakek dan nenek Anda terkena penyakit rematik, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga. 

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini Penyakit rematik sulit didiagnosis pada stadium awal karena gejala awalnya sangat mirip dengan penyakit lain. Cara terbaik untuk mengobati rheumatoid arthritis adalah dengan terapi fisik dan olahraga khusus guna mengurangi gejala, atau berendam dengan air panas, menggunakan lampu pemanas, kompresan panas, dan terapi whirpool.  Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis adalah:

  • Olahraga, untuk membantu meningkatkan pergerakan pada sendi dan meningkatkan mobilitas, memperkuat otot, dan membantu meringankan beberapa tekanan dari persendian Anda. 
  • Beristirahatlah, dengan tidur yang cukup akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta kelelahan. 
  • Kompres panas atau es, untuk membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit, dan melawan kejang otot. 
  • Gunakan alat bantu seperti belat dan brace dapat menahan sendi Anda dalam posisi istirahat. Ini dapat membantu mengurangi peradangan. 
  • Makan makanan anti peradangan yang banyak mengandung asam lemak omega-3. Contohnya adalah ikan berlemak seperti salmon dan tuna, biji chia, dan kacang kenari

Antioksidan, seperti vitamin A, C, dan E, juga dapat memperbaiki peradangan. Makan banyak serat juga penting, untuk membantu mengurangi respon peradangan seperti gandum, sayuran, dan buah segar.

Sumber: diolah dari sumber lainnya

Photo by Orami Parenting

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: