Atresia Bilier, Penyakit Empedu Yang Hanya Menyerang Bayi

Scroll down to content

Atresia Bilier adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi. Saluran empedu pada hati, disebut juga dengan duktus hepatikus, berfungsi untuk menghancurkan lemak, menyerap vitamin larut lemak, serta membawa racun dan produk sisa keluar tubuh. Pada Atresia Bilier, saluran tersebut membengkak dan menjadi tersumbat. Akibatnya, cairan empedu meningkat di hati dan menyebabkan kerusakan hati. Hal ini membuat hati sulit membuang racun dalam tubuh. Terdapat 2 jenis atresia bilier yaitu

  1. Atresia Bilier Fetal, muncul disaat bayi masih di dalam rahim, dan umumnya bayi memiliki cacat pada jantung, limpa dan usus.
  2. Atresia Bilier Perinatal, muncul pada minggu ke 2-4 setelah kelahiran.

Gejala awal Atresia Bilier yaitu penyakit kuning dan mata kuning. Umumnya, bayi lahir dengan sakit kuning ringan pada 1-2 minggu pertama dan hilang dari 2-3 minggu. Pada bayi penderita Atresia Bilier, sakit kuning sakit kuning tersebut dapat bertambah parah, disertai dengan gejala :

  • Warna urin gelap
  • Tinja berwarna abu-abu atau putih seperti dempul
  • Pertumbuhan lambat

Atresia Bilier bukan merupakan penyakit yang berasal dari genetik atau keturunan. Begitupun sebaliknya, orang yang menderita atresia bilier tidak berisiko menurunkan penyakit ini kepada anaknya. Atresia Bilier murni disebabkan oleh kejadian di rahim atau sekitar waktu kelahiran, yang bisa dipicu oleh beberapa hal seperti :

  • Infeksi virus atau bakteri setelah lahir, seperti cytomegalovirus, retrovirus atau rotavirus.
  • Masalah sistem imun, seperti saat sistem imun menyerang hati atau saluran empedu tanpa alasan.
  • Mutasi genetik, yang membuat perubahan permanen pada struktur genetik.
  • Masalah saat perkembangan hati dan saluran empedu dalam rahim.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Atresia Bilier adalah:

  • Terkena infeksi virus atau bakteri setelah lahir
  • Memiliki kelainan autoimun yang menyerang hati atau saluran empedu
  • Terjadi mutasi genetik
  • Defek kongenital hati dan saluran empedu
  • Paparan pada zat yang bahaya

Atresia bilier biasanya diobati dengan prosedur Kasai atau transplantasi hati yang merupakan terapi awal untuk atresia bilier. Saat prosedur Kasai, dokter bedah akan mengangkat saluran empedu yang tersumbat pada bayi dan mengambil usus untuk menggantinya. Lalu cairan empedu akan mengalir langsung ke usus kecil. Pada kasus operasi yang berhasil, pasien akan memiliki kesehatan yang baik dan tidak mengalami masalah hati. Namun, jika prosedur Kasai tersebut gagal, anak akan membutuhkan transplantasi hati dalam 1-2 tahun. Transplantasi hati hanya dilakukan jika hati tersedia dari donor yang cocok, dari anak kecil yang sudah meninggal.

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Atresia Bilier adalah, diantaranya Diet Khusus. Diet pada Bayi dengan Atresia Bilier biasanya kekurangan nutrisi dan membutuhkan diet khusus. Anak butuh kalori lebih dalam diet hariannya, dan vitamin tambahan.

Sumber: diolah dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: