“Rush Supermarket” – STOP Penyebaran Berita Bohong!

Scroll down to content

495bfa8e-b198-4704-a7ef-98c7641d1541

Sejak diumumkannya pasien positif corona, munculnnya banyak foto-foto di sosial media yang berisikan seorang bapak membeli puluhan dus Mie Instan dari pusat perbelanjaan di salah satu mall di BSD City. Lalu, mulailah informasi-informasi palsu menyebar dengan menyebutkan bahwa bapak tersebut membeli stok Mie Instan karena takut terkena imbas Corona. Pada kenyataannya, anak dari bapak yang diketahui namanya tersebut memberikan pernyataannya melalui media sosial twitter kepada pengguna bernama @jiemiardian bahwa yang tersebar luas fotonya adalah ayahnya. Alasan ayahnya membeli puluhan dus Mie Instan pun, hanya karena ayahnya mempunyai toko grosir dan memang sudah rutin berbelanja bulan di pusat perbelanjaan tersebut. Anak dari bapak tersebut yang sengaja tidak diberitakan namanya meminta yang bersangkutan untuk menghapus cuitannya dari media sosial karena menimbulkan rasa tidak nyaman bagi dia dan keluarganya. Untuk kalian yang menyebarluaskan foto tersebut maupun foto lainnya, ada baiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu apakah foto tersebut hoax atau tidak, sehingga tidak merugikan pihak yang bersangkutan.

 

fff8ae06-3fc8-4051-bbae-4debe189d4a5

 

Banyak warga yang paranoid perihal virus Corona yang mulai memasuki wilayah Indonesia. Beredar di sosial media foto-foto yang memperlihatkan warga menyerbu supermarket membeli persediaan sembako. Dalam sekejap, sosial media dipenuhi dengan berita bahwa beberapa pusat perbelanjaan sudah kehabisan stok beras, mie instan dan telur. Padahal, sebetulnya hal ini tidak perlu dilakukan. Tindakan ini dinilai dapat mengakibatkan beberapa harga barang menjadi naik drastis. Parahnya, dapat menimbulkan kelangkaan barang kebutuhan, sehingga untuk orang-orang yang benar-benar butuh tidak dapat mendapatkannya, contoh seperti susu anak. Jika hal ini terus-menerus berlangsung, tentunya dapat mengakibatkan kekacauan sosial yang berujung kerusuhan. Bijak menjadi pengguna sosial media dengan tidak ikut menyebarkan kepanikan ini di masyarakat.

Photo By Blibli.com

%d blogger menyukai ini: