Saring Sebelum Sharing – Fakta Mengenai Korban Pertama Corona di Indonesia

Scroll down to content

Senin (2/3/20) Presiden RI Joko Widodo resmi mengumumkan kasus positif Corona pertama kali di Indonesia. Banyak yang terjadi dari mulai beredarnya profil mengenai pasien corona sampai dengan data keluarga pasien. Banyak informasi-informasi palsu yang muncul sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan menyebarkan data-data yang tidak akurat dan tidak dapat dipertanggung jawabkan sehingga merugikan banyak pihak. Berikut adalah fakta-fakta mengenai pasien positif corona yang harus diketahui :

  • Karena banyaknya kesimpangsiuran berita yang ada, Sita selaku pasien positif corona memberikan pernyataannya melalui Group dalam obrolan online Whatsapp. Sita menjelaskan bahwa ia tertular Covid-19 dari seorang warga negara Jepang asing yang tidak sama sekali dikenalnya pada tanggal 14 Februari Sita saat kunjungannya ke Amigos Kemang. Lalu, pada tanggal 15 Februari Sita menerima job sebagai host di Paloma, Jakarta.
  • Tak lama kemudian, di tanggal 16 Februari 2020, Sita mengalami batuk dan demam  dan karena tidak kunjung sembuh, Sita dan Ibunya berobat ke RS Mitra Keluarga Depok dan dinyatakan terkena Bronchopneumonia, sedangkan Ibu Sita dinyatakan terkena Tifus.
  • Mulai dari data diri, foto, alamat rumahnya pun menyebar secara luas di media sosial. Banyak media mendatangi, lalu menyebarlah berita dan data-data yang tidak akurat. Karena hal tersebut, Sita meminta untuk seluruh pihak untuk menghormati dan menghargai privasinya dengan tidak menyebarluaskan foto dan data dirinya dan keluarga.

Untuk seluruh keluarga dan teman-teman yang melakukan kontak langsung pun sudah dihubungi oleh dinas kesehatan dan diambil sampel nya untuk memastikan virus tersebut tidak menyebar. Sita juga memberi pesan kepada mereka yang mengunjungi Amigos dan Paloma di tanggal 14 dan 15 Februari untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ini Sita dan Ibunya sedang menjalani isolasi sampai dinyatakan negatif covid-19.  Nah, untuk teman-teman pengguna sosial media, mari hentikan penyebaran berita-berita hoax dan data diri pasien. Jadilah pengguna sosial yang bijaksana dengan meneliti berita-berita yang di sebarluaskan apakah betul atau tidak keabsahannya.  Mari kita doakan bersama supaya Sita dan ibunya segera dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan seluruh pihak terlibat terhindar dari virus ini.

Photo by Mashable India

%d blogger menyukai ini: