Warna Kulit Menjadi Lebih Gelap, Waspadai Radang Empedu

Scroll down to content

Sirosis Bilier Primer atau Primary Biliary Cirrhosis (PBC) adalah kondisi ketika saluran empedu di hati meradang dan tersumbat. Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh hati. Empedu memainkan peran penting dalam pencernaan makanan, menyaring sel darah merah yang memburuk, kolesterol dan racun. Saluran empedu yang rusak akan menyebabkan zat berbahaya menumpuk di hati yang menyebabkan sirosis. Penderita PBC biasanya berusia antara 30 dan 60 tahun. Gejala awal yang muncul adalah :

  • Gatal seluruh tubuh atau hanya pada telapak tangan dan kaki
  • Berat badan menurun.
  • Diare yang disertai tinja beminyak.
  • Sakit perut bagian atas.
  • Pembengkakan (edema) di tungkai.
  • Pembesaran limpa.
  • Penumpukan cairan di perut (asites) akibat kegagalan fungsi hati.
  • Nyeri otot, sendi, dan tulang.
  • Tulang rapuh dan mudah patah.
  • Warna kulit menjadi gelap.
  • Kolesterol tinggi.
  • Hipotiroidisme.
  • Kulit dan mata menjadi kuning.
  • Mudah lelah dan mudah memar.
  • Kaki bengkak
  • Varises yang berkembang pada orang dengan sirosis dan kekurangan vitamin, osteoporosis, dan nyeri sendi.

Penyebab pastinya PBC diduga karena adanya gangguan pada autoimun. Autoimun yang dimaksudnya jika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Kondisi terjadi di mana tubuh yang memiliki limfosit T (sel darah putih) berperan sebagai pencegah masuknya bakteri berbahaya. Namun, ketika PBC terjadi, sel-sel ini semakin menumpuk di hati, dan menyusup dan menghancurkan sel-sel yang melapisi saluran empedu pada hati. Saluran empedu mengalami peradangan kemudian menyebar dan menghancurkan sel-sel hati di dekatnya. Sel-sel hati yang hancur akan menyebabkan jaringan yang luka sehingga mengakibatkan ke sirosis.

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami PBC  yaitu faktor genetik atau keturunan dan faktor lingkungan, seperti asap rokok, bahan kimia yang berbahaya dll. Bila kerusakan hati bertambah parah, PBC dapat menyebabkan sejumlah komplikasi menjadi:

  • Terbentuknya jaringan parut di hati (sirosis)
  • Penyakit batu empedu
  • Pembesaran pembuluh darah (varises)
  • Pembesaran limpa atau splenomegali
  • Naiknya tekanan darah pada pembuluh darah vena porta
  • Osteoporosis
  • Kekurangan vitamin
  • Kanker hati

Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia untuk penyakit PBC ini. Pengobatan hanya dilakukan untuk menghilangkan gejala, seperti :

  1. Obat Ursodiol dan Colchicines untuk membantu meredakan gejala dan mengurangi kerusakan hati.
  2. Cholestyramine membantu mengurangi gatal.
  3. Batasi asupan garam untuk mengurangi akumulasi dalam hati.
  4. Asupan kalsium atau vitamin D untuk mencegah osteoporosis.
  5. Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
  6. Rutin berolahraga ringan, misalnya berjalan kaki.
  7. Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Sumber: diolah dari sumber-sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: