Kenali Penyebab dan Gejala Tumor Limfoma Burkitt

Scroll down to content

Limfoma Burkitt adalah bentuk limfoma non-Hodgkin di mana kanker mulai tumbuh pada sel darah putih yang disebut sel-B dari sistem kekebalan tubuh, yang dapat menyebar ke daerah luar sistem getah bening, seperti darah, sumsum tulang, cairan spinalis, susunan saraf pusat. Tumor ini tergolong tumbuh dengan cepat dan jika tidak segera diobati akan fatal. Limfoma non-Hodgkin merupakan jenis kanker pada sistem limfatik, yang membantu tubuh melawan infeksi. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa muda, terutama pada pria. Penyakit ini juga bisa terjadi pada penderita AIDS. Limfoma Burkitt terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Limfoma Burkitt Sporadis

Limfona jenis ini sering dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (EBV), dan cenderung memengaruhi perut bagian bawah, tempat di mana ujung usus kecil dan hulu usus besar.

2. Limfoma Burkitt Endemik

Jenis ini sering ditemui di bagian tubuh seperti tulang wajah dan rahang. Tetapi organ lainnya yang mungkin terlibat adalah usus kecil, ginjal, ovarium, dan payudara

3. Limfoma Terkait Imunodefisiensi

Jenis yang terakhir ini terkait dengan penggunaan obat imunosupresif seperti yang digunakan untuk mencegah tubuh menolak transplantasi dan untuk mengobati HIV.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa limfoma Burkitt adalah kanker yang paling sering terjadi pada anak di mana terdapat wabah malaria yang tinggi, seperti Afrika. Sementara di tempat lainnya, faktor risiko terbesarnya adalah HIV. Penderita penyakit ini tidak dapat menularkan kepada orang lain. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit limfoma Burkitt termasuk:

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun adalah yang paling berisiko terkait dengan malaria.
  • Pria (terutama usia 4 sampai 7 tahun) lebih berisiko terkena daripada wanita.
  • Infeksi yang stimulasi sistem kekebalan kronis atau melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi HIV dan infeksi virus hepatitis C.
  • Paparan bahan kimia tertentu, seperti obat kemoterapi untuk pengobatan kanker dan paparan radiasi saat pengobatan radioterapi.

Gejala lain dari limfoma Burkitt bervariasi berdasarkan jenisnya, antara lain :

1. Gejala Sporadis :

  • Pembengkakan perut
  • Keringat malam
  • kerusakan pada tulang wajah
  • Penyumbatan pada usus
  • Tiroid dan Amandel yang membesar

2. Gejala Endemik :

  • Pembengkakan dan kerusakan pada tulang wajah
  • Pembesaran kelenjar getah bening yang cepat
  • Nodus limfia yang besar dan tidak lunak

3. Gejala Imunodefisiensi :

  • Kehilangan selera makan
  • penurunan berat badan
  • kelelahan
  • Demam yang tidak diketahui penyebabnya

Komplikasi penyakit ini secara umum termasuk penyumbatan  usus dan sindrom tumor lisis, dan komplikasi lainnya seperti :

  • Peningkatan risiko perdarahan
  • Penyakit jantung
  • Masalah paru-paru
  • Peningkatan risiko terkena kanker lain di kemudian hari
  • Infertilitas (kesulitan memiliki anak)
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan buruk
  • Rambut rontok
  • Luka di mulut
  • Kematian

Belum ada cara untuk melakukan pencegahan penyakit ini. Tetapi ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko, seperti menggunakan alat kontrasepsi selama berhubungan seks, dan menghindari penggunaan obat intravena dapat mencegah infeksi HIV secara efektif, yang berhubungan dengan limfoma Burkitt terkait sistem kekebalan tubuh yang lemah.

diolah dari sumber sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: