Dilahirkan Dengan Keadaan Mulut dan Telinga Yang Tidak Pada Tempatnya. Bantu Adik Annisa Untuk Normal Kembali

Scroll down to content

Hancur, satu-satunya kata yang dirasakan oleh kedua orang tua Annisa Wulandari Putri. Tepat setelah anaknya dinyatakan dokter mengalami kelainan jantung yaitu jantung bocor. Di usianya yang baru berusia 14 bulan, Annisa juga mengalami kelainan bibir dan telinga. Suherman, ayahanda dari Annisa hanya berprofesi sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ati, ibunda Annisa hanya seorang kuli cuci gosok keliling. Sejak dilahirkan, kondisi mulut dan telinga Annisa pun tak seperti pada bayi pada umumnya. Annisa tidak memiliki lubang telinga, sedangkan mulut dan telinga Annisa miring. Untuk mengatasi kelainan tersebut, Annisa harus dioperasi. Tapi apa daya, dengan profesi kedua orangtua Annisa, mereka tidak mampu untuk membiayai operasi anaknya tersebut.

Operasi yang dianjurkan oleh dokter juga tidak cukup satu kali, melainkan harus berkali-kali. Hal ini dikarenakan adanya komplikasi lain dalam tubuh Annisa, seperti infeksi paru-paru dan kekurangan gizi. Dengan profesi sang ayah yang tidak menentu, akhirnya sang ayah memutuskan untuk menjadi pedagang bajigur keliling dan menjadi buruh serabutan untuk memgumpulkan uang demi kesembuhan Annisa. Ibu Annisa juga mencari uang tambahan dengan menjadi tukang arit rumput sehari-hari. Awalnya Annisa lahir di bidan setempat dan karena kelainannya tersebut, Annisa harus dirujuk ke Rumah Sakit sekitar untuk pemeriksaan. Setelah berpindah empat kali rumah sakit  karena penanganan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dirasa kurang, Annisa lalu dirujuk ke RSHS Bandung untuk dilakukan pengecekan labolatorium, echocardiography, EKG, dan radiologi.

Hasil dari Echo dan radiologi menyatakan bahwa Annisa positif didiagnosa terkena Atrial Septal Defect. Untungnya, saat itu biaya pengobatan Annisa ditanggung oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan untuk biaya hidup dan biaya makan kedua orangtua Annisa mengandalkan sumbangan dari daerah-daerah setempat. Karena keterbatasan alat pengobatan di RSHS Bandung, Annisa dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kedua orang tua menggalangkan dana untuk bisa membawa Annisa ke Jakarta demi berobat. Mereka membutuhkan banyak biaya untuk mengobati Annisa. Mereka bertekad untuk menyembuhkan Annisa bagaimanapun caranya meskipun disaat serba berkekurangan.

Jika teman-teman tersentuh hatinya untuk membantu keluarga Annisa, bisa langsung mendonasikannya di https://pedulisehat.id/bantuannisawulandariuntuktersenyumnormal. Kesembuhan Annisa menjadi prioritas utama bagi kedua orangnya. Mari kita wujudkan dengan mengajak teman-teman, saudara kita, untuk menggalang dana kepada Annisa. Semoga dana yang terkumpul dapat membantu Annisa untuk sembuh kembali seperti sediakala.

%d blogger menyukai ini: