Pil Happy Yang Berujung Maut

Scroll down to content

Baru beberapa saat setelah kasus penangkapan selebriti karena narkoba, kali ini polisi kembali menjerat selebritas lainnya. Untuk yang kesekian kalinya, polisi menangkap artis atau selebritis yang menyalahgunakan narkoba dengan berbagai jenis dan golongan. Mulai dari ekstasi, sabu-sabu, pil penenang dan lainnya. Ririn Ekawati, nama yang mencuat belakangan ini karena tertangkap basah sedang mengkonsumsi narkoba berjenis Happy Five. Apa sebetulnya narkoba jenis Happy Five itu? Happy Five atau pil H5, biasanya dikenal juga dengan nama Erimin Five. Happy Five merupakan adalah jenis psikotropika golongan IV (empat) yang berbahan utama Nimetazepam dan salah satu obat yang termasuk ke dalam golongan narkotika berbahaya karena dapat berpengaruh pada susunan saraf pemakainya.

Happy Five ini biasanya digunakan sebagai obat penenang bagi penderita yang mengalami depresi ringan, dan tentunya legal jika dengan resep dokter. Dokter sendiri menggunakan obat ini terhadap pasiennya sebagai stimulasi saraf. Tujuannya untuk membuat pasien tersebut lebih rileks dan tenang. Itulah mengapa ketika pecandu narkoba menggunakan Happy Five, mereka akan merasa mengantuk, tubuh menjadi rileks, dan mabuk alias teler. Pemakai Happy Five biasanya tujuannya adalah untuk bersenang-senang. Banyak juga yang menelan pil ini agar terasa lebih percaya diri.  Setelah meminum pil tersebut, Happy Five akan bekerja dengan cepat menuju otak dan hasilnya akan seperti melayang dan memicu ketergantungan.

Pemakaian obat ini sendiri sudah dilarang di Indonesia. Tetapi peminatnya sangat banyak dan kebanyakan dari kalangan anak muda, terutama kalangan artis. Hasil “teler” Happy Five sendiri adalah bersifat temporer. Namun, bila pemakainya mengalami ketergantungan terhadap obat ini, gejala-gejala pun akan sangat mengganggu. Mulai dari sulit tidur, mual-mual, muntah. Parahnya, mental pemakai pun dapat ikut terganggu, perilakunya dapat berubah-ubah, menurunkan kinerja otak, serta selalu berhalusinasi, overdosis dan berujung pada maut yaitu kematian.

Jangan pernah sekalipun mencoba atau memiliki rasa penasaran terhadap obat-obatan terlarang. Karena sekali kamu mencoba, kamu akan terjerumus. Edukasi mengenai narkoba pun sudah digalakkan dalam dunia pendidikan. Tujuannya adalah tak lain agar generasi penerus bangsa tidak terjerumus pada hal-hal terlarang tersebut. Tidak ada dampak positif yang akan terjadi ketika kamu sudah terjun ke dalam narkoba, tetapi nyawalah yang menjadi taruhannya. Jauhkan lah diri dari pergaulan negatif, agar bisa dijadikan teladan untuk yang lain.

 

Photo by Hello Sehat

%d blogger menyukai ini: