Anak Mengeluarkan Urine Dari Anus? Hati-Hati Gejala Malformasi Anorektal

Scroll down to content

Malformasi anorektal adalah kelainan kongenital (cacat lahir) ketika anus dan rektum tidak berkembang dengan baik, sehingga lubang anus tidak terbentuk. Anus adalah lubang di ujung usus besar sebagai jalan buang air besar. Sedangkan rektum adalah bagian dari usus besar bagian akhir tepat di atas anus. Kedua bagian tersebut adalah saluran pencernaan bagian bawah. Kondisi malformasi anorektal yang dialami bayi meliputi:

  • Saluran anus sempit, menyebabkan bayi kesulitan buang air besar
  • Saluran anus tertutup dengan jaringan atau membran, bayi tidak dapat buang air besar
  • Rektum tidak terhubung ke anus, tinja akan keluar dari tubuh bayi melalui fistula dan memasuki saluran kemih. Hal tersebut dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.
  • Rektum terhubung ke bagian saluran kemih atau sistem reproduksi, maka bayi tidak bisa mengeluarkan tinja keluar tubuh dan tidak dapat buang air besar

Malformasi anorektal terjadi karena perkembangan tubuh janin tidak sempurna di saluran pencernaan bagian bawah. Ketika janin berkembang dalam rahim, setiap organ tubuh janin berkembang pada waktu yang berbeda-beda. Pada awalnya, saluran pencernaan bagian bawah dan saluran kemih berasal dari satu bagian. Pada minggu ke-7 hingga ke-10 kehamilan, rektum dan anus harus terpisah dari saluran kemih. Namun, terkadang proses tersebut tidak terjadi sebagaimana mestinya, dan anus atau rektum tidak berkembang secara normal.

Penyebab malformasi anorektal karena adanya kelainan kromosom, atau kelainan bawaan lainnya. Sindrom genetik ini dan kelainan bawaan lainnya meliputi:

  • Vacterl association (sindrom kelainan tulang belakang, dubur, jantung, trakea, kerongkongan, ginjal, dan anggota gerak)
  • Kelainan sistem pencernaan
  • Kelainan saluran kemih
  • Kelainan tulang belakang

Bayi yang tidak memiliki anus tidak akan bisa makan atau buang air besar. Bayi yang lahir dengan malformasi anorektal membutuhkan perawatan segera setelah lahir. Setiap anak dengan kelainan anorektal memiliki kebutuhan berbeda-beda tergantung jenis malformasi anorektal, kelainan bawaan lain yang menyertai, dan kondisi kesehatan anak keseluruhan. Bayi dengan malformasi anorektal membutuhkan pembedahan yang disebut anorektoplasti (PSARP) untuk memperbaiki kelainan tersebut. Operasi tersebut memindahkan anus ke lokasi yang tepat di dalam otot (sfingter anal) yang berfungsi mengontrol fungsi usus. Teknik bedah laparoskopi mungkin dilakukan dokter jika keadaan memungkinkan. Teknik tersebut memiliki keunggulan seperti tidak terlalu sakit, lebih sedikit kehilangan darah, penyembuhan lebih cepat, dan masa tinggal di rumah sakit yang lebih pendek dibandingkan pembedahan terbuka. Setelah lahir, mungkin malformasi anorektal tidak ditemukan. Namun jika anak Anda mengalami kondisi berikut, sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter yah :

  • Mengeluarkan tinja dalam urine
  • Mengeluarkan urine dari anus
  • Mengalami konstipasi
  • Tidak bisa buang air besar

Sumber: SehatQ

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: